Analisis Sistem Remunerasi Pegawai Pascamerger PT XYZ
Gibran Arief Machfuza, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.,
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Fenomena merger di sektor
perbankan Indonesia bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat
daya saing dan memenuhi regulasi industri yang semakin ketat. Merger PT XYZ
pada tahun 2021 melibatkan tiga bank syariah nasional yang sebelumnya memiliki
struktur remunerasi berbeda secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis proses harmonisasi sistem remunerasi di PT XYZ pascamerger,
mengevaluasi implementasi kebijakan, mengidentifikasi persepsi keadilan di
antara pegawai, serta dampaknya terhadap stabilitas organisasi dan
tingkat turnover pegawai. Penelitian dilakukan menggunakan
metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap manajemen dan pegawai
operasional serta analisis data sekunder berupa laporan internal perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi remunerasi di PT XYZ secara
teknis telah menyelaraskan struktur grading dan gaji melalui pendekatan benchmarking terhadap
standar industri. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi tantangan,
seperti resistensi terhadap perubahan, perbedaan persepsi keadilan, dan
kurangnya transparansi dalam komunikasi internal. Temuan ini mendukung teori
keadilan organisasi dari Colquitt (2012), terutama dalam dimensi distributif,
prosedural, dan informasional. Harmonisasi remunerasi yang belum sepenuhnya
memenuhi aspek-aspek keadilan tersebut menyebabkan peningkatan turnover pegawai.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian merekomendasikan peningkatan
transparansi kebijakan, pelibatan aktif pegawai dalam proses pengambilan
keputusan, serta evaluasi berkala terhadap sistem remunerasi.
The phenomenon of mergers in
Indonesia’s banking sector aims to enhance operational efficiency,
strengthen competitiveness, and comply with increasingly stringent
industry regulations. The merger of PT XYZ in 2021 involved three national
Islamic banks, each with significantly different remuneration structures prior
to integration. This study aims to analyze the post-merger harmonization process
of the remuneration system at PT XYZ, evaluate policy implementation, examine
employees’ perceptions of fairness, and assess its impact on organizational
stability and employee turnover. The research employs a qualitative method
through in-depth interviews with management and operational staff, supported
by secondary data from internal company reports. Findings reveal that PT
XYZ has technically aligned its grading and salary structure through benchmarking
with industry standards. However, the policy implementation faces several
challenges, including resistance to change, differing perceptions of fairness,
and a lack of transparency in internal communication. These findings align
with Colquitt’s (2012) organizational justice theory, particularly in the dimensions
of distributive, procedural, and informational justice. The incomplete fulfillment
of these justice dimensions has contributed to an increase in employee turnover.
To address these challenges, the study recommends improving transparency
in policy communication, actively involving employees in decision making
processes, and conducting regular evaluations of the remuneration system.
Kata Kunci : Merger, Harmonisasi Remunerasi, Keadilan Organisasi, Sistem Kompensasi, PT XYZ