Pengaruh Takut Ketinggalan Terhadap Pembelian Impulsif Pada Generasi Z Pengguna TikTok: Peran Mediasi Kecanduan Media Sosial dan Moderasi Kesadaran Penuh
Cikal Rambasae N, Naila Zulfa, M.A., M.S., PGDip., Ph.D., FHEA.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh takut
ketinggalan terhadap pembelian impulsif pada Generasi Z pengguna TikTok,
dengan kecanduan media sosial sebagai variabel mediasi dan kesadaran penuh
sebagai variabel moderasi. Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 208
responden yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan
menggunakan Hayes’ Macro Process model 4 untuk menguji efek
mediasi dan model 5 untuk menguji efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa takut ketinggalan berpengaruh positif signifikan terhadap pembelian
impulsif, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kecanduan media sosial.
Kecanduan media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap pembelian
impulsif, tetapi tidak memediasi hubungan antara takut ketinggalan dan
pembelian impulsif. Selain itu, kesadaran penuh terbukti memoderasi hubungan
antara takut ketinggalan dan pembelian impulsif, di mana tingkat kesadaran
penuh yang lebih tinggi melemahkan pengaruh takut ketinggalan terhadap
pembelian impulsif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur
perilaku konsumen di era digital, serta implikasi praktis bagi pelaku bisnis
dalam merancang strategi pemasaran yang etis dan efektif di media sosial.
This study aims to examine the effect of fear of
missing out (FoMO) on impulsive buying among Generation Z TikTok users,
with social media addiction as a mediating variable and mindfulness as a
moderating variable. Data were collected through an online survey involving 208
respondents who met the study criteria. Data analysis was conducted using
Hayes’ Macro Process Model 4 to test the mediation effect and Model 5 to test
the moderation effect. The results reveal that FoMO has a significant positive
effect on impulsive buying but does not significantly affect social media
addiction. Social media addiction has a significant positive effect on
impulsive buying; however, it does not mediate the relationship between FoMO
and impulsive buying. Furthermore, mindfulness significantly moderates the
relationship between FoMO and impulsive buying, with higher levels of
mindfulness weakening the impact of FoMO on impulsive buying. These findings
contribute theoretically to the literature on consumer behavior in the digital
era and provide practical implications for businesses in designing ethical and
effective marketing strategies on social media platforms.
Kata Kunci : takut ketinggalan, pembelian impulsif, kecanduan media sosial, kesadaran penuh, Generasi Z, TikTok.