Laporkan Masalah

Perancangan Model Bisnis Makanan Sehat “Hey Baby Kitchen”

Mufti Hasnuddin, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk merancang bisnis dan menguji kelayakan keuangan pada makanan sehat ”Hey Baby Kitchen” untuk anak usia di bawah lima tahun. Permasalahan gizi kronis seperti stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia, tercermin dari prevalensi yang tinggi pada balita dan rendahnya akses terhadap makanan sehat dan bergizi yang praktis. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya nutrisi dalam 1000 hari pertama kehidupan anak, kemajuan teknologi distribusi makanan, serta program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan bahwa peluang pasar makanan sehat anak semakin terbuka. Namun, dari sisi internal, belum banyak pelaku usaha yang mampu menggabungkan aspek gizi, kenyamanan layanan, dan model bisnis yang efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan triangulasi data. Wawancara terhadap calon pelanggan dilakukan untuk menggali kebutuhan, preferensi, serta tantangan dalam penyediaan makanan sehat bagi anak usia dini, yang hasilnya digunakan dalam penyusunan peta empati. Sementara itu, wawancara terhadap pelaku usaha makanan sehat anak digunakan untuk memahami operasional, strategi bisnis, serta tantangan industri, yang kemudian menjadi dasar penyusunan model bisnis dengan pendekatan Lean Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis makanan sehat “Hey Baby Kitchen” dinilai layak dijalankan berdasarkan analisis finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa Hey Baby Kitchen memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan gizi anak dengan pendekatan bisnis yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

Penelitian ini bertujuan untuk merancang bisnis dan menguji kelayakan keuangan pada makanan sehat ”Hey Baby Kitchen” untuk anak usia di bawah lima tahun. Permasalahan gizi kronis seperti stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia, tercermin dari prevalensi yang tinggi pada balita dan rendahnya akses terhadap makanan sehat dan bergizi yang praktis. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya nutrisi dalam 1000 hari pertama kehidupan anak, kemajuan teknologi distribusi makanan, serta program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan bahwa peluang pasar makanan sehat anak semakin terbuka. Namun, dari sisi internal, belum banyak pelaku usaha yang mampu menggabungkan aspek gizi, kenyamanan layanan, dan model bisnis yang efisien dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan triangulasi data. Wawancara terhadap calon pelanggan dilakukan untuk menggali kebutuhan, preferensi, serta tantangan dalam penyediaan makanan sehat bagi anak usia dini, yang hasilnya digunakan dalam penyusunan peta empati. Sementara itu, wawancara terhadap pelaku usaha makanan sehat anak digunakan untuk memahami operasional, strategi bisnis, serta tantangan industri, yang kemudian menjadi dasar penyusunan model bisnis dengan pendekatan Lean Canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis makanan sehat “Hey Baby Kitchen” dinilai layak dijalankan berdasarkan analisis finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa Hey Baby Kitchen memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan gizi anak dengan pendekatan bisnis yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

Kata Kunci : “Hey Baby Kitchen”

  1. S2-2025-501300-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501300-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501300-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501300-title.pdf