PENGARUH KUALITAS LAYANAN EKONOMI SIRKULAR TERHADAP NILAI MEREK DI KAWASAN INDUSTRI : PERAN MEDIASI KEPUASAN PELANGGAN, LOYALITAS PELANGGAN, DAN CITRA MEREK - STUDI PADA PT SURABAYA INDUSTRIAL ESTATE RUNGKUT (SIER)
Tri Kartika Nindya Astuti, Yulia Arisnani Widyaningsih, M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini mengkaji pengaruh Kualitas Layanan Ekonomi Sirkular (CESQ) terhadap Nilai Merek dalam konteks hubungan Bisnis ke Bisnis (B2B) di kawasan industri, khususnya di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Penelitian ini membahas kesenjangan kritis dalam memahami bagaimana inovasi layanan berkelanjutan, yang berakar pada prinsip-prinsip ekonomi sirkular, berkontribusi pada penguatan nilai merek melalui kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan citra merek sebagai variabel mediasi. Lebih lanjut, penelitian ini mengevaluasi efek moderasi status kepemilikan modal (PMA/PMDN).
Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari penyewa aktif di PT SIER yang memanfaatkan setidaknya satu layanan ekonomi sirkular seperti pengolahan air limbah (IPAL), energi terbarukan (panel surya), pengolahan air limbah untuk digunakan kembali (ZLD), stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), dan pengelolaan sampah terpadu (TPST Lestari). Structural Equation Modeling (SEM) dengan analisis mediasi dan moderasi diterapkan untuk menguji hubungan antar variabel.
Temuan tersebut menegaskan bahwa CESQ secara signifikan memengaruhi kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan citra merek, yang pada gilirannya meningkatkan nilai merek. Namun, tidak semua jalur mediasi signifikan secara statistik. Khususnya, kepuasan pelanggan memainkan peran mediasi yang lebih kuat dibandingkan dengan loyalitas dan citra merek. Analisis moderasi menunjukkan bahwa kepemilikan modal, baik PMA maupun PMDN, tidak memoderasi hubungan antara CESQ dan nilai merek. Dengan kata lain, tidak terdapat perbedaan respons antara penyewa asing dan domestik terhadap inisiatif layanan ekonomi sirkular.
Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan memperluas penerapan teori pengambilan keputusan rasional dalam pengaturan B2B dan secara praktis dengan menawarkan wawasan tentang bagaimana pengelola kawasan industri dapat memanfaatkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular untuk membangun merek yang lebih kuat dan lebih kompetitif. Penelitian ini juga menyoroti peran strategis layanan hijau dalam memperkuat ekosistem industri berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci : Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Kualitas Layanan Ekonomi Sirkular, Nilai Merek, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas Pelanggan, Citra Merek, Kawasan Industri, B2B/ Circular economy, Circular Economy Service Quality, Brand Value, Customer Satisfaction, Customer Lo