Laporkan Masalah

Pembuatan green MAP dengan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis : Kasus kawasan jeron beteng Kraton kota Yogyakarta

Siti Sumaryatiningsih, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah fenomena daerah perkotaan dengan permasalahan klasiknya, kondisi lingkungan baik fisik maupun sosial, yang mana secara langsung maupun berpengaruh terhadap tingkat kualitas hidup masyarakat daerah perkotaan. Green Map adalah sebuah sistem pembuatan peta yang bermaksud menampilkan sumber daya lingkungan dan budaya di suatu kawasan. Green Map ini menampilkan kenyataan sumber daya lingkungan dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kemampuan penginderaan jauh dalam pembuatan Green Map, mengkaji variabel Green Map yang dapat disajikan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh, membuat Green Map dengan menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis, mengkaji Kawasan Jeron Beteng sebagai potret ideal daerah perkotaan. Tujuan akhirmya adalah mengembangkan kebiasaan hidup daerah perkotaan yang sehat sesuai asas berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah ground research bersama komunitas green map dan analisis peta. Green map diperoleh dari hasil overlay peta klasifikasi dan pengharkatan variabel. Variabel yang digunakan adalah penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, tutupan kanopi, kepadatan permukiman, kenyamanan permukiman, jaringan jalan, tempat budaya, ruang publik,dan aksesibilitas. Variable ini diperoleh dari hasil interpretasi data penginderaan jauh, dalam penelitian ini digunakan citra quickbird, ikonos dan foto udara. Green Map ditunjukkan dengan luasnya ruang publik, adanya ruang budaya, banyaknya ruang terbuka hijau, permukiman yang nyaman, aksesibilitas yang bagus, ramah terhadap pejalan kaki dan pengguna sepeda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh adalah tiga kelas, yaitu klas potensial 53,428 Ha, kelas agak potensial 107,451Ha, sedang tidak potensial 4,895Ha. Dengan demikian sebagian besar wilayah Kraton mempunyai potensi sedang untuk greenmap. Kawasan Jeronbeteng dengan potensi tinggi terdapat di lingkungan kraton yang mempunyai pola memanjang dari alun-alun utara hingga alun-alun selatan, Tamansari, Suryomentaraman. Kawasan tidak potensial green map di selatan kawasan Tamansari dan Ngrambutan, karena sarat dengan bangunan permukiman. Selain yang telah disebutkan mempunyai potensi sedang. Variabel yang sangat berpengaruh adalah budaya karena kawasan ini merupakan heritage. Faktor aksesibilitas internal kawasan dimana banyak blok permukiman besar sehingga aksesibilitas internal menjadi jelek, dengan demikian potensi green map akan berkurang.

-

Kata Kunci : Green Map,Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,Kota Yogyakarta,Kraton,DIY

  1. S1-2006-112133-Abstract.pdf  
  2. S1-2006-112133-Blibliography.pdf  
  3. S1-2006-112133-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-112133-Title.pdf