Analisis Karakteristik Pengasuh Utama Terhadap Penggunaan Layanan Kesehatan Mental Pada Kelompok Remaja dengan Masalah Kesehatan Mental di Indonesia: Studi Data Indonesia - National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS)
Miranda Chrisan Anggreni, dr. Ifta Choiriyyah, MSPH, Ph.D; dr. Amirah Ellyza Wahdi, MSPH
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar belakang: Salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan layanan kesehatan mental oleh remaja adalah orang tua atau pengasuh mereka. Pengasuh memberikan peran yang krusial dalam mengidentifikasi potensi masalah kesehatan mental yang dihadapi oleh remaja dan mendorong mereka untuk mencari layanan profesional. Meskipun demikian, studi mengenai bagaimana karakteristik pengasuh utama berhubungan dengan penggunaan layanan kesehatan mental oleh remaja di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara karakteristik pengasuh utama dan penggunaan layanan kesehatan mental remaja di Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Indonesia – National Adolescent Mental Health Surveys (I-NAMHS) yang memiliki desain penelitian cross-sectional dan pendekatan observasional. Populasi penelitian ini adalah remaja berusia 10-17 tahun dengan masalah kesehatan mental di 34 provinsi di Indonesia. Sebanyak 1.828 remaja dipilih dari 5.664 remaja yang mengikuti penelitian. Data diperoleh dari wawancara dengan pengasuh utama melalui kuesioner demografi dan penggunaan layanan. Hubungan antara variable bebas dan terikat diuji menggunakan regresi logistik sederhana dengan nilai p<0>
Hasil: Jenis kelamin pengasuh utama, persepsi pengasuh utama terhadap kebutuhan layanan kesehatan mental remaja, dan jenis kelamin remaja berhubungan secara signifikan dengan penggunaan layanan kesehatan mental remaja. Namun setelah dikontrol dengan variabel-variabel lainnya, khususnya jenis kelamin pengasuh utama, usia pengasuh utama menjadi memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan layanan kesehatan mental oleh remaja.
Kesimpulan: Temuan ini menekankan peran penting pengasuh utama dalam penggunaan layanan kesehatan mental oleh remaja.
Background: One of the factors that influences the use of mental health services by adolescents is the caregivers. They provide crucial support, identify potential problems, and actively encourage their adolescents to contact mental health professionals. However, despite this important role, there is still limited evidence about how specific characteristics of primary caregivers are associated with adolescents’ use of mental health services in Indonesia.
Aim: Identifying the relationship between primary caregiver characteristics and adolescents’ mental health service use in Indonesia.
Method: This is analysis used a secondary data from the Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). The population in this study is adolescents aged 10-17 years with mental health problems in 34 provinces in Indonesia. One thousand eight hundred twenty-eight adolescents were selected from 5,664 who participated in the survey. The data were obtained from interviews with primary caregivers through demographic and service use questionnaires. The correlation between dependent and independent variables will be tested using the simple logistic regression with a significance level of p<0>
Result: Primary caregivers’ sex, perceptions of primary caregivers towards adolescent mental health service needs, and adolescents’ sex are significantly related to adolescent mental health service use. However, after controlling for other variables – particularly the sex of the primary caregiver – the age of the primary caregiver showed a significant association with adolescents’ use of mental health services.
Conclusion: The findings underscore the critical role of perceived need among caregivers in adolescent mental health service use.
Kata Kunci : Adolescent, mental health services, caregivers, demography