Laporkan Masalah

Analisis Wilayah Cakupan Rumah Sakit di Kota Kotamobagu

AKHMAD ROKHZALI BONDE, Diyah Putriani, S.E., M.Ec., Ph.D.; Rifki Khoirudin, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (cert.)

2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun demikian, berbagai masalah kerap muncul antara lain waktu tunggu yang lama sehingga pasien bisa tertahan berhari-hari di IGD dan lambatnya penanganan pasien gawat darurat. Tujuan penilitian untuk mengurai masalah-masalah tersebut dengan menggunakan metode campuran (mix method). Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis pola sebaran dan peluang kunjungan rumah sakit. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih rumah sakit. Selanjutnya analisis strengts, weakness, opportunity, threats (SWOT) digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja rumah sakit. Penelitian ini juga melakukan penilaian properti rumah sakit meggunakan pendekatan pendapatan.

Hasil analisis menggunakan nearest neighbor analysis (NNA) menunjukkan persebaran rumah sakit di Kotamobagu memiliki pola mengelompok (cluster patern). Berdasarkan Huff’s Model RSUD Kotamobagu memiliki peluang kunjungan terbesar, yaitu 46,19%, kemudian RSU Monompia 30,66%, dan RSU Kinapit 23,15%. Adapun faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih rumah sakit antara lain melayani asuransi dan BPJS, kebersihan, tersedianya dokter spesialis dan kelengkapan alat kesehatan. Analisis SWOT menunjukkan meskipun ada perbedaan pada faktor kekuatan dan kelemahan namun memiliki kemiripan pada faktor  peluang dan ancaman. Selaras dengan peluang kunjungan, rumah sakit dengan nilai potensi terbesar adalah RSUD Kotamobagu, selanjutnya RSU Monompia, dan RSU Kinapit memiliki nilai potensi terkecil.

Hospital is healthcare facilities that an important in meeting the health of community. However, various problem often arise, including patient were detained for days in the emergency room, and slow handling of emergency patient. The aim of the research to analyze these problems using mix methods. Quantitative methods are used to analyze hospitals distribution patterns, and visit probability. Qualitativ methods are used to analyze the factors that influence consumer preference to choose a hospital. Then a SWOT (strengths, weakness, opportunity, threats) analysis used to identify factors that influence hospital management performance. This study also valuation of hospital using the income approach.

The result of the Nearest Neighbor Analysis (NNA) show that the distribution pattern of hospitals in Kotamobagu City are clustered. Based on the result of Huff’s Model RSUD Kotamobagu has the largest probability of visit, namely 46,19%, then RSU Monompia 30,66%, and RSU Kinapit 23,15%. The factor that people consider when choosing a hospital include insurance and BPJS services, cleanliness, availability of specialist doctors and medical equipment. SWOT Analysis show that although there are differences in strengths and weakness (internal factors), there are similarities in opportunity and threats (external factors). In line with the visit probability, the result of hospital valuation show that RSUD Kotamobagu has the highest potential value, followed by RSU Monompia, and RSU Kinapit has the lowest potential value.

Kata Kunci : Rumah sakit, nearest neighbor analysis, huff's model, SWOT, direct capitalization

  1. S2-2025-530926-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530926-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530926-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530926-title.pdf