Laporkan Masalah

KAJIAN EKSPERIMEN PENGARUH PHYSICAL WORKLOAD DAN KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP SITUATIONAL AWARENESS DAN RISK BEHAVIOR PENGENDARA MOBIL

Triyan Hadiyan, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Di Indonesia pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor selama kurun waktu 1987 sampai dengan 2011 menunjukkan kenaikan dan diiringi dengan peningkatan jumlah kecelakaan. Berkaitan dengan kecelakaan, faktor manusia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan lalu lintas dengan persentase tertinggi. Kurangnya atau ketidakcukupan dari situational awareness (SA) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama dalam kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. SA merupakan kepekaan dan pemahaman seseorang terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh physical workload dan traffic terhadap SA dari pengendara mobil, serta mengidentifikasi pengaruh physical workload terhadap kinerja berkendara. Penentuan kinerja pengendara mobil jika dipengaruhi physical workload dan traffic dilakukan berdasarkan hasil eksperimen menggunakan simulasi City Car Driving Simulator. Nilai SA diukur dengan metode Situational Awareness Global Assessment Technique (SAGAT). Penelitian ini dilakukan terhadap 30 responden mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM dengan 4 skenario simulasi. Simulasi 1 dengan kondisi low physical workload-low traffic, simulasi 2 dengan kondisi low physical workload-low traffic, simulasi 3 dengan kondisi high physical workload-low traffic, dan simulasi 4 dengan kondisi high physical workload-high traffic. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variabel traffic mempengaruhi SA Level 1, dan variabel physical workload mempengaruhi SA Level 2, sedangkan untuk SA Level 3 variabel physical workload dan traffic tidak mempengaruhi. Variabel traffic dan physical workload merupakan variabel yang memprediksi risky behavior. Hubungan antara SA dengan risky behavior dapat dituliskan dengan persamaan Z = 1,345 + 1,435 X11 – 3,172 X12 + 3,425 X13 dengan X11 adalah SA level 1, X12 adalah SA level 2 dan X13 adalah SA level 3. Persamaan ini memiliki nilai R-square sebesar 1,74%. Artinya model dapat menjelaskan 1,74% dari variasi pengelompokan variabel, yaitu low risk dan high risk. Rendahnya nilai R-square mungkin disebabkan karena kurangnya variabel yang dapat menggambarkan risky behavior pengendara. Untuk penelitian ini, pengalaman mengemudi (experience) dari responden hanya memiliki pengaruh pada SA level 1, sedangkan umur responden tidak memiliki pengaruh pada SA.

Kata Kunci : situational awareness, driving simulator, physical workload, traffic, SAGAT

  1. S1-FTK-2014-Triyan_Hadiyan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2014-Triyan_Hadiyan-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2014-Triyan_Hadiyan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2014-Triyan_Hadiyan-title.pdf