Analisis Kestabilan Lereng Tambang Batubara Menggunakan Data Radar Monitoring System dan Metode Kesetimbangan Batas Area Highwall pada Galian Pit “X” PT Bukit Asam Tbk
Abror Risang Parikesit, Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc. , Muhammad Sidiq, S.T.
2025 | Skripsi | GEOFISIKA
Tambang batubara merupakan sektor penting bagi perekonomian Indonesia dengan produksi mencapai 836 juta ton pada 2024, menjadikannya salah satu produsen terbesar dunia. Salah satu tantangan operasional adalah kestabilan lereng, yang krusial untuk keselamatan pekerja dan kelancaran operasional. Lereng yang tidak stabil dapat menyebabkan longsoran yang merusak lingkungan dan mengganggu penambangan.
Radar Monitoring System efektif memantau pergerakan lereng secara real-time dengan akurasi tinggi, memberikan peringatan dini terhadap potensi longsor. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng menggunakan data Radar Monitoring System dan metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) di area High-Wall Pit X PT Bukit Asam Tbk.
Metode Kesetimbangan Batas, melalui pendekatan Morgenstern-Price dan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown, menghasilkan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan kondisi lereng kritis pada beberapa bagian. Pada sayatan A-A’ didapatkan nilai FK 1,147 pada lereng overall dan 1,103 pada bagian crest to bench. Sayatan B-B’ menunjukkan nilai FK 1,474. Nilai FK kritis (<1>Hasil analisis radar menunjukkan fluktuasi deformasi signifikan terkait cuaca dan aktivitas peledakan. Korelasi antara nilai faktor keamanan dan data radar menunjukkan sektor dengan faktor keamanan rendah cenderung mengalami deformasi lebih besar.
Penelitian ini membuktikan bahwa metode Radar Monitoring System dapat digunakan sebagai alat efektif dalam memantau kestabilan lereng secara real-time dan memperkuat analisis menggunakan metode Kesetimbangan Batas untuk mitigasi risiko longsor di area tambang.
The coal mining sector is an important part of Indonesia's economy, with a production of 836 million tons in 2024, making it one of the largest producers in the world. One of the operational challenges is slope stability, which is crucial for worker safety and smooth operations. Unstable slopes can cause landslides that damage the environment and disrupt mining activities.
The Radar Monitoring System is effective in monitoring slope movement in real-time with high accuracy, providing early warnings for potential landslides. This study analyzes slope stability using Radar Monitoring System data and the Limit Equilibrium Method (LEM) in the High-Wall area of Pit X PT Bukit Asam Tbk.
The Limit Equilibrium Method, using the Morgenstern-Price approach and the Generalized Hoek-Brown failure criteria, results in factor of safety (Fs) values indicating critical slope conditions in several areas. At section A-A’, the Fs is 1.147 for the overall slope and 1.103 for the crest to bench. Section B-B’ shows a Fs of 1.474. A critical Fs (<1>
This study proves
that the Radar Monitoring System can be used as an effective tool to monitor
slope stability in real-time and strengthen analysis using the Limit
Equilibrium Method for landslide risk mitigation in mining areas.
Kata Kunci : Kestabilan lereng, Radar Monitoring System, Metode Kesetimbangan Batas, Faktor Keamanan, Longsor / Slope stability, Radar Monitoring System, Limit Equilibrium Method, factor of safety, landslide