ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI UDANG BEKU (FROZEN SHRIMP)
Muhammad Audi Yusuf, Ir. Anna Maria Sri Asih S.T., M.M, M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng
2014 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDi dalam suatu proses produksi, pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama. Perhatian pada kualitas akan memberikan dampak positif bagi perusahaan melalui dua cara, yaitu dampak terhadap biaya produksi dan pada pendapatan. PT Kelola Mina Laut sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ekspor hasil pengolahan perikanan laut, dengan salah satu produknya yaitu udang beku (frozen shrimp) yang dipasarkan ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara di Eropa. Jaringan buyer di berbagai negara tersebut mengharuskan perusahaan menjaga kualitas produknya agar dapat masuk dan bersaing dengan kompetitor. Dalam kegiatan produksinya, perusahaan selalu berupaya untuk menghasilkan produk yang baik dan menekan jumlah defect produk yang terjadi. Untuk mencapai hal tersebut tentu dibutuhkan sistem pengendalian kualitas yang baik pada setiap area proses kerja agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan perusahaan. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa defect yang terjadi pada beberapa area proses produksi masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengukur kinerja perusahaan terkait sistem pengendalian kualitas yang telah dilakukan. Analisis pengendalian kualitas dilakukan dengan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, peta kendali p, peta kendali c, dan cause and effect diagram (fishbone diagram). Setelah melakukan analisis menggunakan check sheet dan peta kendali akan didapatkan hasil apakah proses masih berada di dalam batas kendali atau tidak. Apabila proses berada di luar kendali perlu dilakukan analisis penyebab terjadinya defect dengan fishbone diagram. Selanjutnya digunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk mengetahui prioritas pencegahan defect serta rekomendasi yang dapat diambil untuk menanggulanginya. Hasil analisis pengendalian kualitas statistik menunjukkan bahwa proses pengendalian defect pada area peeling untuk Produk K Block dan KEM masih belum terkendali. Dari hasil analisis penyebab defect didapatkan beberapa faktor penyebab seperti faktor tenaga kerja, lingkungan kerja, metode, material, dan tools yang digunakan. Selanjutnya dari hasil analisis FMEA didapatkan urutan prioritas pencegahan defect berdasarkan nilai severity, occurrence dan detectability, yaitu jenis defect vein, broken, swimret, dan stained meat.
Kata Kunci : Kualitas, Pengendalian Kualitas, Defect, Frozen Shrimp, FMEA.