Laporkan Masalah

Pertemanan dan Pengalaman Belajar Anak Marginal Laki-Laki di Kelas Multi-Usia: Studi Participatory and Appreciative Action and Reflection (PAAR)

Lisa Angela, Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan menggali suara anak marginal laki-laki mengenai pertemanan dan pengalaman belajar mereka di kelas multi-usia pada sekolah nonformal. Kelas multi-usia sering kali dianggap berisiko menghadirkan bullying dan ketimpangan relasi. Namun, di Pusat Kegiatan Anak (PKA) justru mengindikasikan praktik baik yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Sembilan anak terlibat sebagai peneliti anak dalam penelitian ini. Pendekatan Participatory and Appreciative Action and Reflection (PAAR) digunakan untuk mengkaji praktik baik yang ada di PKA. Data dikumpulkan menggunakan metode photovoice. Analisis data dilakukan secara partisipatoris bersama partisipan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertemanan berperan penting dalam pengalaman belajar. Kehadiran teman membuat siswa (1) termotivasi untuk semangat belajar, (2) menciptakan rasa aman, dan (3) mendorong eksplorasi belajar. Kemudian, praktik baik yang ditemukan bersama partisipan, yaitu: (1) pertemanan erat walaupun berbeda usia, (2) penyelesaian masalah secara sehat, (3) pembelajaran praktis, dan (4) pembelajaran kolaboratif. Aksi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah children-led webinar untuk menyebarkan praktik baik, serta saran untuk memperbanyak tugas kelompok dalam pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan pentingnya mendengar suara anak marginal sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang lebih inklusif.

This study aims to explore the voices of marginalized boys regarding their friendships and learning experiences in multi-age classrooms in nonformal education settings. Multi-age classrooms are often considered risky, potentially leading to bullying and power imbalances. However, at the Pusat Kegiatan Anak (PKA), the study indicates the presence of good practices that foster an inclusive learning environment. Nine children participated as child researchers in this study. The Participatory and Appreciative Action and Reflection (PAAR) approach was used to examine the good practices at PKA. Data was collected using the photovoice method, and data analysis was conducted participatory with the participants using thematic analysis. The results indicate that friendships play a significant role in the learning experience. The presence of friends (1) motivates learning enthusiasm, (2) creates a sense of security, and (3) encourages learning exploration. The good practices identified in collaboration with the participants include: (1) close friendships despite age differences, (2) healthy conflict resolution, (3) practical learning, and (4) collaborative learning. The actions resulting from this study include a children-led webinar to spread these good practices and recommendations to increase group assignments in learning. This study emphasizes the importance of listening to the voices of marginalized children as part of efforts to build more inclusive education.

Kata Kunci : pertemanan, pengalaman belajar, anak marginal, multi-usia, PAAR/friendship, learning experiences, marginalized children, multi-age classrooms, PAAR

  1. S2-2025-526331-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526331-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526331-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526331-title.pdf