Analisis Pengembangan Kompetensi Integratif dalam Menunjang Efektivitas Organisasi Sektor Publik: Studi Kasus di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Dody Sukma Arta Permana, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian ini bertujuan menganalisis model pengembangan kompetensi integratif yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah DIY dalam menunjang efektivitas organisasi. Rendahnya tingkat kompetensi pegawai serta belum strategisnya pengembangan kompetensi di banyak instansi publik menjadi tantangan dalam mewujudkan organisasi yang efektif. Dalam konteks tersebut, Pemerintah Daerah DIY dipilih sebagai studi kasus karena dinilai telah menerapkan praktik pengembangan kompetensi ASN secara terencana dan menyeluruh. Analisis dilakukan dengan menggunakan model pengembangan kompetensi integratif serta model efektivitas organisasi. Penelitian ini disusun secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah DIY telah mengimplementasikan komponen utama dalam model pengembangan kompetensi integratif meliputi penilaian kompetensi awal, penyusunan rencana pengembangan pribadi, serta pelaksanaan pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan baik klasikal maupun non-klasikal, pembelajaran di tempat kerja, dan manajemen karier. Proses ini juga mendorong tumbuhnya perilaku mandiri ASN dalam mengembangkan kompetensinya. Pemerintah Daerah DIY juga melakukan penilaian ulang kompetensi dan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. Penilaian ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan kompetensi dan kesenjangan kompetensi lanjutan, tetapi juga menjadi sarana untuk meninjau efektivitas program guna memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan organisasi. Pengembangan kompetensi di lingkungan Pemerintah Daerah DIY telah diselaraskan dengan konteks organisasi dan sosial ekonomi yang lebih luas, sehingga akan mendorong peningkatan kemampuan bekerja ASN dan penguatan daya saing organisasi. Selain itu, model ini juga menunjukkan potensi dalam menunjang efektivitas organisasi, yang tercermin melalui tiga dimensi utama yaitu optimalisasi tujuan, perspektif sistem, serta penekanan pada perilaku manusia dalam organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan kompetensi di Pemerintah Daerah DIY menunjukkan keselarasan dengan model pengembangan kompetensi integratif dan telah diimplementasikan melalui berbagai mekanisme yang saling mendukung. Temuan menunjukkan bahwa praktik ini berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas ASN dan mendukung efektivitas organisasi. Untuk memperluas cakupan dan validitas temuan, penelitian selanjutnya disarankan mengadopsi pendekatan komparatif lintas daerah dan menggunakan metode campuran guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh dan berbasis bukti.
This study aims to analyze the integrative competency development model implemented by the Regional Government of the Special Region of Yogyakarta (Pemda DIY) in supporting organizational effectiveness. The low level of employee competencies and the lack of strategic approaches to competency development in many public institutions pose significant challenges to achieving effective organizations. In this context, Pemda DIY was selected as a case study due to its implementation of a planned and comprehensive competency development practice for civil servants (ASN). The analysis employs the integrative competency development model and the organizational effectiveness model as conceptual frameworks. This research adopts a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings indicate that Pemda DIY has implemented the core components of the integrative competency development model, including initial competency assessments, the formulation of personal development plans, and the execution of competency development through both classical and non-classical education and training, on-the-job learning, and career management. This process has also encouraged the emergence of employee self-directed behavior among civil servants in enhancing their competencies. Pemda DIY also conducts follow-up competency assessments and evaluates the implemented programs. These assessments aim not only to identify competency progress and remaining gaps but also to review the effectiveness of the programs to ensure alignment with organizational needs. The competency development efforts within Pemda DIY have been aligned with broader organizational and socio-economic contexts, thereby supporting the gradual improvement of civil servant work performance and strengthening the organization’s competitiveness. Furthermore, the model also shows potential in supporting organizational effectiveness, as reflected in three key dimensions: goal optimization, systems perspective, and an emphasis on human behavior within the organization. This study concludes that the competency development model in Pemda DIY is consistent with the integrative competency development framework and has been implemented through mutually reinforcing mechanisms. The findings suggest that this practice has the potential to contribute to the enhancement of ASN capacity and support organizational effectiveness. To broaden the scope and validity of the findings, future research is recommended to adopt a comparative cross-regional approach and utilize mixed methods to obtain a more comprehensive and evidence-based understanding.
Kata Kunci : Kompetensi ASN, Model Pengembangan Kompetensi Integratif, Efektivitas Organisasi, Pemerintah Daerah DIY, Manajemen SDM Publik