Laporkan Masalah

Determinan Pola Tidur pada Mahasiswa di Asia Tenggara: Scoping Review

Mizanulhaq Salim Abdullah Abdurrahman, Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes; Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes, AIFM, AIFO-K

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Kesehatan mental dapat didefinisikan sebagai kesehatan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perbuatan. Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah pola tidur. Pola tidur yang lebih buruk sangat berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih buruk. Mahasiswa di Asia Tenggara, khususnya mahasiswa kesehatan, memiliki prevalensi pola tidur buruk yang lebih tinggi daripada mahasiswa kesehatan secara global dan di kawasan lain. Pola tidur memiliki berbagai determinan atau faktor yang dapat mempengaruhi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian berupa tinjauan (review) tentang determinan pola tidur pada mahasiswa di Asia Tenggara.

Tujuan: Untuk meninjau dan mengidentifikasi berbagai determinan pola tidur pada mahasiswa di Asia Tenggara.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan berdasarkan kerangka yang terdiri atas 5 tahapan/langkah. Kriteria studi (inklusi dan eksklusi) adalah populasinya mahasiswa, mengukur determinan pola tidur, berasal dari negara di Asia Tenggara, studi dengan berbagai macam metode, artikelnya berbahasa Inggris dan Indonesia, serta studi yang dipublikasikan pada tahun 2020 - 2025. Database yang digunakan adalah PubMed dan Scopus. Analisis data dilakukan dengan mengekstraksi data dan membuat rangkuman hasil.

Hasil: Scoping review ini menemukan 31 studi yang kemudian dirangkum berdasarkan berbagai kategori umum, yaitu negara, rancangan penelitian, jumlah partisipan, dan jenis kelamin. Berdasarkan studi-studi tersebut, scoping review ini menemukan berbagai variabel parameter tidur sebagai outcome yang dianalisis tersendiri dalam studi. Selain itu, scoping review ini menemukan 110 variabel determinan pola tidur yang unik. Seluruh variabel tersebut ditemakan menjadi 8 kategori, yaitu (1) determinan biologis, (2) determinan kesehatan fisik, (3) determinan kesehatan mental, (4) determinan perilaku dan pola hidup, (5) determinan sosio-kultural, (6) determinan ekonomi, (7) determinan akademik, dan (8) determinan lingkungan (fisik). Beberapa kategori tersebut dibagi menjadi beberapa subkategori. Scoping review ini tidak menunjukkan bagaimana hasil pengaruh dari setiap variabel determinan pola tidur tersebut terhadap pola tidur.

Kesimpulan: Determinan pola tidur pada mahasiswa di Asia Tenggara yang ditemukan pada studi ini perlu diperhatikan. Hal ini supaya mahasiswa di Asia Tenggara dapat memiliki pola tidur yang sebaik mungkin dan sesehat mungkin. Pola tidur yang baik dan sehat sangat penting untuk dimiliki karena pola tidur adalah salah satu komponen yang fundamental dan signifikan untuk kesehatan mental, dan kemudian dapat memengaruhi kesehatan secara umum, kualitas hidup, serta peran mahasiswa dalam mencapai kesuksesan suatu negara.

Background: Mental health can be defined as a state of well-being related to thoughts, emotions, and behaviors. Mental health can be influenced by various factors, one of which is sleep habits. Poorer sleep habits are strongly associated with poorer mental health. University students in Southeast Asia, particularly health science students, have a higher prevalence of poor sleep habits compared to health students globally and in other regions. Sleep habits have various determinants or influencing factors. Therefore, it is important to conduct a review study on the determinants of sleep habits among university students in Southeast Asia.

Objective: To review and identify the various determinants of sleep habits among university students in Southeast Asia

Method: This study employed a scoping review method based on a framework consisting of 5 steps. The eligibility criteria of studies were the population was university students, measured determinants of sleep habits, originated from Southeast Asian countries, used various research methods, the article were written in English or Indonesia, and the studies were published from 2020 to 2025. The database used in this study were PubMed and Scopus. Data analysis was conducted by data extracting and summarizing the findings.

Results: This scoping review identified 31 studies, which were summarized according to general categories, namely country, research design, number of participants, and gender. Based on these studies, this review identified various sleep parameter variables as outcomes, which were analyzed separately within the studies. In addition, this review identified 110 unique determinant variables of sleep habits. All of these variables were thematically grouped into eight categories: (1) biological determinants, (2) physical health determinants, (3) mental health determinants, (4) behavioral and lifestyle determinants, (5) socio-cultural determinants, (6) economic determinants, (7) academic determinants, and (8) environmental (physical) determinants. Some of these categories were divided into subcategories. This scoping review did not present findings on the effects of each identified determinant variable on sleep habits.

Conclusion: The sleep pattern determinants among university students in Southeast Asia identified in this study need to be taken into consideration. This is to ensure that students in Southeast Asia can attain the best and healthiest possible sleep habits. Good and healthy sleep habits are essential, as sleep is one of the fundamental and significant components of mental health, which in turn can influence overall health, quality of life, and the role of university students in contributing to a nation’s success.

Kata Kunci : Kesehatan mental, determinan, pola tidur, mahasiswa, Asia Tenggara

  1. S1-2025-423874-abstract.pdf  
  2. S1-2025-423874-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-423874-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-423874-title.pdf