Laporkan Masalah

Kajian Sektor Unggulan Dan Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha: Studi Kasus Kabupaten Bogor

Sarma Refina Lusnia Putri, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada penciptaan lapangan kerja yang layak dan pengurangan kesenjangan ekonomi wilayah. Lokasi Kabupaten Bogor yang strategis dan termasuk di wilayah Jabodetabek, menjadikan UMKM berkembang cukup pesat, namun masih menghadapi tantangan seperti akses permodalan dan ketimpangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan UMKM Kabupaten Bogor dan menganalisis hubungan modal usaha, jumlah tenaga kerja, dan lama usaha terhadap omzet tahunan, dan perbedaan mengetahui antara modal usaha, jumlah tenaga kerja, dan omzet tahunan terhadap klasifikasi usaha dan sektor usaha.

Metode Penelitian yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), uji Chi-Square dan koefisien kontingensi, Uji non-parametrik Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor unggulan setiap kecamatan didominasi oleh Sektor Industri. Terdapat hubungan signifikan antara modal, tenaga kerja, dan lama usaha dengan omzet tahunan. Dan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok usaha mikro dan kecil dalam hal omzet, modal, tenaga kerja, dan lama usaha. Sektor jasa memiliki modal usaha dan tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan sektor perdagangan dan industri, sementara sektor industri dan sektor jasa menyerap tenaga kerja lebih banyak dibandingkan sektor perdagangan. Dirumuskan empat rekomendasi berdasarkan analisis SWOT yang dihasilkan untuk pengembangan UMKM di Kabupaten Bogor yang mencakup penguatan kapasitas digital, legalitas usaha, ketahanan terhadap tekanan eksternal, dan perlindungan usaha rentan secara berkelanjutan.

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) hold a strategic role in fostering local economic growth and contributing to the achievement of  Sustainable Development Goals (SDGs), especially in creating job opportunities and minimizing regional economic disparities. Bogor Regency, as part of the Jabodetabek metropolitan area, has significant growth in the MSME sector, but  still had disparities in the distribution and MSMEs performance. The purpose of this research is to identify leading sectors of MSMEs Bogor Regency and analyze the relation between business capital, workforce, length of business to annual turnover, and to indetify the differences between business capital, workforce, and annual turnover in classification and MSMEs sector.

The methods used are Location Quotient (LQ), Chi-Square test and contingency, Non-parametric tests of Mann-Whitney U and Kruskal-Wallis. The result show that industy sector is the dominant of leading sectors in Bogor Regency. Business capital, labor, and long of business are significantly related to annual turnover. Micro and small enterprises differ significantly in turnover, capital, workforce, and the long of business. There are significant differences in annual turnover and length of business where the service sector has higher business capital and workforce involvement compared to the trade and industry sectors, while the industry and service sectors absorb more workers than the trade sector. Any Four strategic recommendations based on SWOT analysis were formulated to support the development of MSMEs in Bogor Regency, covering digital capacity building, business legality, resilience to external pressures, and sustainable protection for vulnerable enterprises.


Kata Kunci : UMKM, LQ, Sektor Unggulan, Usaha, Omzet,MSMEs, LQ, Leading Sectors, Enterprise Characteristics, Turnover

  1. S1-2025-426911-abstract.pdf  
  2. S1-2025-426911-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-426911-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-426911-title.pdf