Pemetaan Kondisi Terumbu Karang dengan Citra PlanetScope di Pulau Tabuhan Kabupaten Banyuwangi
Indah Isnaini Septiana Subardi, Dr. Nurul Khakim, M. Si
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi tinggi, namun sangat rentan terhadap tekanan lingkungan dan aktivitas manusia. Pulau Tabuhan terletak di Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi terumbu karang untuk dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi terumbu karang hidup dan mati menggunakan citra PlanetScope tahun 2025, menguji akurasi hasil klasifikasi, serta melakukan analisis spasial distribusi tutupan terumbu karang di wilayah perairan dangkal.
Metode yang digunakan meliputi koreksi kolom air dengan menggunakan perhitungan indeks Lyzenga, klasifikasi menggunakan algoritma Random Forest pada perangkat lunak EnMap, serta uji akurasi confusion matrix. Data yang digunakan merupakan hasil survei lapangan dengan metode transek foto, lalu diidentifikasi menggunakan perangkat lunak CPCe dan dilanjutkan proses klasifikasi menggunakan perangkat lunak EnMap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan dangkal Pulau Tabuhan didominasi oleh substrat terbuka dengan klasifikasi habitat bentik yang terdiri dari terumbu karang hidup, terumbu karang mati, makroalga, lamun, dan substrat terbuka. Terumbu karang yang teridentifikasi umumnya bertipe fringing reef yang mengelilingi pulau dan berkembang di perairan dangkal. Proses klasifikasi menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 75,36?n nilai kappa sebesar 24,11%. Akurasi yang dihasilkan tergolong sedang karena keterbetasan dalam pengolahan citra serta distribusi titik sampel yang tidak merata.
Coral reefs are coastal ecosystems with high ecological and economic value but are highly vulnerable to environmental pressures and human activities. Tabuhan Island, located in Banyuwangi Regency, holds significant potential for sustainable coral reef management. This study aims to map the condition of live and dead coral reefs using PlanetScope imagery from the year 2025, assess classification accuracy, and conduct spatial analysis of coral reef cover distribution in shallow waters.
The methods used include water column correction using the Lyzenga index, classification through the Random Forest algorithm using EnMap software, and accuracy assessment with a confusion matrix. The data were collected through field surveys using the photo transect method, identified using CPCe software, and subsequently classified using the EnMap software.
The results show that the shallow waters of Tabuhan Island are dominated by open substrate, with benthic habitat classification comprising live coral, dead coral, macroalgae, seagrass, and open substrate. The identified coral reefs are predominantly fringing reefs that surround the island and develop in shallow marine areas. The classification process produced an overall accuracy of 75,36% and a Kappa coefficient of 24,11%. The accuracy level is considered moderate due to limitations in image processing and uneven distribution of sample points.
Kata Kunci : Kata kunci: Terumbu karang, PlanetScope, Pulau Tabuhan, Random Forest, transek foto, akurasi