Laporkan Masalah

Ketidakadilan Gender dalam novel Iktisy?fu asy-Syahwati karya Fa??latu al-F?r?qi: Analisis Kritik Sastra Feminis

AISY HUMAEROH, Dr. Mahmudah, S.S., M.Hum.

2025 | Skripsi | SASTRA ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam novel Iktisy?fu asy-Syahwati karya Fa??latu al-F?r?qi. Teori yang digunakan dalam penelitian terdiri atas dua teori, yaitu teori struktural dan teori kritik sastra feminis. Teori struktural digunakan untuk menganalisis tokoh dan penokohan dalam novel dan teori kritik sastra feminis digunakan untuk menganalisis bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan tiga langkah penelitian, yaitu pengumpulan data dengan teknik simak catat, analisis data, dan penyajian hasil data. 
Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa tokoh utama dalam novel ini adalah B?n? Bas?anj?. Secara fisik ia menganggap dirinya sebagai laki-laki. Secara psikologis ia mengalami tekanan batin, mengalami trauma, dan mempunyai keingintahuan yang tinggi terhadap seni. Secara sosiologis, ia berasal dari lingkungan keluarga yang patriarki. Adapun terkait ketidakadilan ditemukan empat bentuk, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan. Marginalisasi berupa larangan perempuan untuk belajar. Subordinasi berupa pendapat perempuan dinomorduakan dalam hal pernikahan paksa dan penolakan perceraian. Stereotip berupa perempuan sebagai perawan tua, perempuan yang belajar seni cenderung menjadi pemberontak, perempuan adalah pemuas nafsu, dan janda adalah aib. Adapun kekerasan berupa kekerasan fisik, yaitu pencekikan, pemukulan, pendorongan, dan kekerasan psikis berupa pengancaman pembunuhan dan kekerasan verbal. Dalam novel Iktisy?fu asy-Syahwati juga ditemukan perlawanan atas ketidakadilan gender berupa menulis dan menerbitkan novel. 

This study aims to explain the forms of gender inequality in Fa??latu al-F?r?qi's novel Iktisy?fu asy-Syahwati. The theories used in this study consist of two theories: structural theory and feminist literary criticism theory. Structural theory is used to analyze the characters and characterizations in the novel, and feminist literary criticism theory is used to analyze the forms of gender inequality. The method used in this study is a qualitative-descriptive method with three research steps: data collection using observation and note-taking techniques, data analysis, and presentation of the results. 
 Based on the analysis, it was found that the main character in this novel is B?n? Bas?anji. Physically, she considers herself male. Psychologically, she experiences mental stress, trauma, and a strong curiosity about art. Sociologically, she comes from a patriarchal family environment. Four forms of injustice were found: marginalization, subordination, stereotypes, and violence. Marginalization takes the form of prohibiting women from studying. Subordination takes the form of women's opinions being placed second in matters of forced marriage and divorce approval. Stereotypes include women as spinsters, women who study art tend to be rebellious, women as lustful, and widows as disgraceful. Violence takes the form of physical violence, such as strangulation, beatings, pushing, and psychological violence, such as death threats and verbal abuse. In the novel, Iktisy?fu as-Syahwati, resistance to gender injustice is also found in the form of writing and publishing novels.


Kata Kunci : Kritik Sastra Feminis , Ketidakadilan Gender, Iktisy?fu asy-Syahwati, Fa??latu al-F?r?qi.

  1. S1-2025-463056-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463056-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463056-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463056-title.pdf