Analisis Perubahan Simpanan Air Tanah dan Indeks Kekeringan Berbasis Data GLDAS di Kabupaten Kubu Raya
KETUT ANGGA NADIARTHA, Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Kabupaten Kubu Raya sering mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luasnya bervariasi setiap tahunnya. Karhutla yang berkepanjangan dapat menunjukkan adanya perubahan simpanan air dan meningkatkan kondisi kekeringan. Pemantauan secara temporal simpanan air masih terbatas, alternatifnya tekonologi penginderaan jauh dapat menjadi solusi. Data GLDAS dapat digunakan untuk melakukan pemantauan perubahan simpanan air dan kekeringan secara temporal. Permasalahan data GLDAS yang masih rendah dapat ditingkatkan dengan downscaling. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi simpanan air tanah dengan lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju perubahan simpanan air, menghitung indeks kekeringan, dan meningkatkan resolusi spasial simpanan air tanah. Penelitian ini menggunakan data GLDAS seri 2.2 dengan memanfaatkan platform Google Earth Engine. Data GLDAS diakuisisi pada band TWS_tavg dan GWS_tavg. Periode analisis perubahan simpanan air dan indeks kekeringan dilakukan dari 2004 hingga 2023. Laju perubahan simpanan air diperoleh menggunakan pendekatan polinomial orde 6. Indeks kekeringan dihitung menggunakan metode indeks GDSI memanfaatkan data simpanan air terrestrial dan indeks GGDI dengan data simpanan air tanah. Peningkatan resolusi spasial simpanan air tanah dilakukan dengan metode random forest regression hanya pada data tahun 2020 dengan variabel prediktor NDVI, NDMI, elevasi, dan slope. Hasil penelitian ini menunjukkan di Kabupaten Kubu Raya selama periode 2004 hingga 2023 laju perubahan simpanan terrestrial sebesar 2,895 mm/tahun dan simpanan air tanah sebesar 1,593 mm/tahun, dengan simpanan air minimum pada September 2019 dan maksimum pada November 2010. Simpanan air terrestrial dengan curah hujan CHIRPS berkorelasi sedang (r = 0,432), sedangkan data simpanan air tanah berkorelasi rendah (r = 0.391). Validasi perubahan simpanan air dengan curah hujan menghasilkan nilai RMSE sebesar 119 mm hingga 175 mm dan nilai MAE sebesar 96 mm hingga 140 mm. Kekeringan luar biasa dan kekeringan parah terjadi pada Februari 2014 dengan indeks GDSI sebesar -3,513 dan indeks GGDI sebesar -3,671. Validasi indeks GDSI dan GGDI dengan indeks SPEI menunjukkan hasil yang selaras, dengan kekeringan parah tercatat pada Februari dan Maret 2014. Pemanfaatan teknik downscaling metode random forest regression berhasil meningkatkan resolusi spasial simpanan air tanah dari resolusi 27.830 m ke 30 m dengan akurasi MAPE training sebesar 13,374% (kategori baik) dan MAPE testing sebesar 15,830% (kategori baik). Validasi hasil downscaling dengan data GWL dari BRGM memperoleh nilai MAE sebesar 1,789 m dan RMSE sebesar 1,795 m serta berkorelasi sedang (r = 0,5537).
Kata Kunci : GLDAS, simpanan air terrestrial, simpanan air tanah, indeks GDSI, indeks GGDI, downscaling, random forest regression