Tren Konten Tiktok: Keterhubungan Sosial Dalam Ruang Digital Menurut Perspektif Teori Non-Things Byung-Chul Han
Muhammad Hasyim Romadani, Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat
Perkembangan pesat media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara manusia berinteraksi dan membentuk relasi sosial di ruang digital. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tren konten TikTok, yang cenderung menarik perhatian luas dan mendorong keterlibatan banyak pengguna mebentuk keterhubungan sosial di TikTok. Dengan menggunakan perspektif teori Non-things Byung-Chul Han, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana TikTok sebagai ruang digital mengubah pola komunikasi manusia dan membentuk jenis keterhubungan sosial baru, serta dampaknya terhadap kedalaman dan kualitas relasi sosial.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bidang filsafat yang mengacu pada sumber-sumber kepustakaan, seperti buku, jurnal, dan artikel penelitian. Model penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah model masalah aktual dengan metode hermeneutika filosofis. Unsur metodis yang digunakan dalam analisis penelitian ini adalah deskripsi, interpretasi, dan holistika.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, keterhubungan sosial di ruang digital TikTok terbentuk melalui dinamika tren konten yang terus berkembang. Pengguna dapat merasa terhubung dengan komunitas digital yang lebih besar dan menciptakan rasa keterlibatan kolektif melalui pengalaman bersama dalam mengikuti konten yang sedang tren. Hal tersebut didukung oleh algoritma For You Page (FYP) TikTok yang berperan dalam mempertemukan pengguna berdasarkan minat, memperluas ruang partisipasi sosial dan membentuk pengalaman digital yang dipersonalisasi. Kedua, makna keterhubungan sosial di ruang digital yang terbentuk melalui tren konten TikTok dalam perspektif teori Non-things Byung-Chul Han, adalah relasi sosial yang bersifat informatif, cepat berlalu, tidak stabil, dan tidak memiliki kehadiran eksistensial. Keterhubungan sosial ini tidak didasarkan pada perjumpaan otentik antara individu, melainkan dikonstruksi oleh algoritma, data, dan representasi visual yang dipersonalisasi. Hubungan sosial dalam konteks ini tidak melibatkan "liyan" (the Other) sebagai subjek yang utuh dan otonom, tetapi sebagai data yang dapat diakses berdasarkan refleksi dari preferensi pribadi.
The rapid development of social media, particularly TikTok, has transformed the way humans interact and form social connections in the digital realm. This research primarily focuses on analyzing how TikTok content trends, which attract widespread attention and encourage user engagement, shape social connectedness within the platform. Using Byung-Chul Han’s Non-things theory, this study explores how TikTok, as a digital environment, alters human communication patterns and creates a new type of social connectedness, as well as its impact on the depth and quality of social relationships.
This research is a qualitative study in the field of philosophy, based on library sources such as books, journals, and research articles. The research model applied is the current issues model with a philosophical hermeneutical method. The methodological elements used in this study's analysis are description, interpretation, and holism.
The findings of this study reveal that: first, social connectedness in TikTok's digital realm is formed through the dynamic and evolving content trends. Users feel connected to a larger digital community and create a sense of collective involvement through shared experiences in engaging with trending content. This is supported by TikTok's “For You Page” (FYP) algorithm, which connects users based on shared interests, expands the space for social participation, and creates a personalized digital experience. Second, the meaning of social connectedness in digital spaces formed through TikTok content trends—viewed through the lens of Byung-Chul Han’s Non-things theory—is characterized by relationships that are informative, fleeting, unstable, and lacking existential presence. This type of social connectedness is not grounded in authentic encounters between individuals, but is instead constructed by algorithms, data, and personalized visual representations. In this context, the social relationship does not involve the Other (liyan) as a whole and autonomous subject, but rather as accessible data reflected from personal preferences.
Kata Kunci : Tren Konten TikTok, Keterhubungan Sosial, Ruang Digital, Teori Non-things, Algoritma, TikTok Content Trends, Social Connectedness, Digital Realm, Non-things Theory, Algorithm