Laporkan Masalah

Pemanfaatan Prasasti Lereng Gunung Merbabu Melalui Media Permainan Papan "Tirthayatra" sebagai Upaya Pelestarian Sumber Air

Nurul Fadilla Budiana, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Arkeologi

Penemuan prasasti-prasasti di Lereng Gunung Merbabu menjadi menarik, karena penulisan prasasti-prasasti ini berkaitan sebagai penanda objek spiritual yang terhubung dengan keberadaan sumber air pada masa Jawa Kuno. Hingga saat ini, terdapat lebih dari sepuluh prasasti ditemukan di Kawasan Gunung Merbabu, yang berasal dari berbagai masa. Prasasti Tuk Mas menjadi prasasti yang diperkirakan paling tua yaitu dari abad 6-7 Masehi, dan paling muda berasal dari periode Majapahit Akhir yaitu pada abad ke-15 Masehi. Keberadaan potensi sumber air dalam prasasti di beberapa situs arkeologi masih dapat diamati hingga kini, dan berlanjut menjadi sarana ritual bagi masyarakat lokal. Penelitian ini menjadi penting, sebab keberadaan sumber air di Gunung Merbabu terus mengalami penyusutan yang disebabkan oleh bencana kebakaran hutan, perubahan fungsi hutan, serta pencemaran akibat perilaku buang sampah sembarangan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dengan adanya permasalahan tersebut memantik peneliti untuk merumuskan pertanyaan bagaimana nilai-nilai penting dari prasasti temuan lereng Gunung Merbabu dapat bermanfaat bagi kelestarian sumber air Gunung Merbabu, melalui media permainan papan?

Penelitian ini dikerjakan dengan metode Cultural Resource Management (CRM) yang dikombinasi dengan metode ADDIE dalam proses perancangan media permainan papan Tirthayatra. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara kepada stakeholder terkait, serta studi literatur terkait tradisi dan potensi sumber air di Gunung Merbabu. Metode yang digunakan menjadikan proses penelitian berjalan dalam  empat tahap untuk menjadi sebuah media permainan, yaitu dimulai dari identifikasi dan dokumentasi sumber daya arkeologi, kajian nilai penting, proses desain permainan, hingga menjadi permainan dalam tahap development. Hasil dari penelitian ini berupa permainan Tirthayatra yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi pelestarian sumber air serta pengenalan tinggalan arkeologi Gunung Merbabu kepada masyarakat umum.  Adanya penelitian ini membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam sumber daya arkeologi di Indonesia, dapat diolah secara kreatif dan dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan serta warisan budaya, yang mendorong kemajuan budaya Bangsa Indonesia.

The discovery of inscriptions on the slopes of Mount Merbabu is particularly interesting, as the writing of these inscriptions is related to marking spiritual sites connected to the presence of water sources during the Old Javanese period. To date, more than ten inscriptions have been found in the Mount Merbabu area, originating from various periods. The Tuk Mas Inscription is estimated to be the oldest, dating to the 6th–7th century CE, while the most recent one dates to the Late Majapahit period in the 15th century CE. The existence of potential water sources mentioned in inscriptions at several archaeological sites can still be observed today and continue to serve as ritual facilities for local communities. This research is important because the water sources on Mount Merbabu continue to decline due to forest fires, changes in forest function, and pollution caused by irresponsible littering. These issues prompted the researcher to formulate the question of how the significant values of the inscriptions found on the slopes of Mount Merbabu can contribute to the conservation of Mount Merbabu’s water sources through a board game medium.

This research was conducted using the Cultural Resource Management (CRM) method combined with the ADDIE method in the process of designing the Tirthayatra board game medium. Data collection was carried out through field observations, interviews with relevant stakeholders, and literature review.The methods used guided the research process through four stages of game development, starting from the identification and documentation of archaeological resources, the assessment of significant values, the game design process, and culminating in the development stage. The result of this research is the Tirthayatra game, which can be used as an educational medium for water source conservation and the introduction of Mount Merbabu’s archaeological heritage to the general public. This research demonstrates that the values contained in Indonesia's archaeological resources can be creatively processed and can contribute to environmental conservation and cultural heritage, thereby promoting the cultural advancement of the Indonesian nation.

Kata Kunci : Tirthayatra, Pelestarian Sumber Air, Prasasti, Tradisi

  1. S2-2025-527296-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527296-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527296-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527296-title.pdf