Laporkan Masalah

PENGARUH INTENSITAS SUARA MUSIK POP TERHADAP SITUATIONAL AWARENESS DAN RISK BEHAVIOR PENGENDARA MOBIL

Muhammad Fikri Tauhid, Ir. Agus Darmawan, S.T., M.S., Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Berkendara merupakan hal yang dilakukan manusia untuk memperlancar aktivitas manusia. Berkendara dapat menyebabkan dampak yang kurang baik seperti kemacetan dan kecelakaan lalulintas. Kecelakaan dapat diakibatkan dari beberapa hal yang berasal dari pengendara itu sendiri. Hal yang dapat mengganggu kinerja pengendara antara lain mengantuk ketika berkendara, tidak mematuhi rambu lalulintas, dan berbicara di telepon ketika berkendara. Hal lain yang biasa dilakukan oleh pengendara mobil adalah mendengarkan musik. Berkendara di jalan raya sambil mendengarkan musik dan bernyayi bersama musik sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh pengendara mobil. Mendengarkan musik ketika berkendara sering menjadi kebiasaan dan dianggap dapat meningkatkan konsentrasi. Faktor manusia penting untuk diperhatikan dalam mengurangi resiko kecelakaan. Mendengarkan musik pada saat berkendara merupakan hal yang umum dilakukan oleh masing-masing individu ketika berkendara. Saat berkendara, pengendara membutuhkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya atau situational awareness. Secara umum situational awareness menurut Endsley (1988) adalah persepsi unsur-unsur pada lingkungan dalam ruang dan waktu, pemahaman makna dan proyeksi dari unsur tersebut di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui hubungan antara intensitas suara musik pop terhadap situational awareness dan risk behavior pengendara mobil. Objek dalam penelitian ini adalah responden yang dapat mengendarai mobil. Objek dalam kondisi sehat, tidak mengalami gangguan pendengaran, dan memiliki surai izin mengemudi (SIM A). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan situational awareness yang signifikan pada kondisi tanpa musik, 70 dB, 80 dB dan 90 dB. Nilai P-value dari perhitungan Kruskal-Wallis masing-masing level situational awareness adalah sebesar 0,004, 0,01, dan 0,009. Hanya situational awareness level 3 yang mempengaruhi risk behavior dari perhitungan regresi ordinal logistik. Persentase risk behavior kategori safe pada kondisi tanpa musik,70 dB, 80 dB dan 90 dB adalah 60%, 33%, 0% dan 0% pada pria, 60%, 40%, 0% dan 0% pada wanita, Sedangkan persentase risk behavior kategori accident pada kondisi tanpa musik, 70 dB, 80 dB, dan 90 dB adalah, 0%,7%, 47% dan 60% pada pria, 0%, 7%, 47%, dan 73% pada wanita, dari hasil tersebut terlihat bahwa ketika intensitas suara semakin tinggi, risk behavior kategori safe mengalami penurunan, sebaliknya ketika intensitas suara semakin tinggi, risk behavior kategori accident mengalami peningkatan. Kata Kunci: Situational Awareness, Risk beh

Kata Kunci : Situational Awareness, Risk behavior, Musik, Mobil

  1. S1-FTK-2013-Muhammad_Fikri_Tauhid-bibliography.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Muhammad_Fikri_Tauhid-tableofcontent.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Muhammad_Fikri_Tauhid-title.pdf