Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berpengaruh pada kemampuan bertahan industri tahu dan keterkaitannya dengan wilayah lain didesa Margoagung kecamatan Seyegan kabupaten Sleman

Manik Sumarni, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. Prabowo Adi Nugroho, M.Sc.

2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Industri tahu di Desa Margoagung sudah ada sejak lama dan mampu mampu bertahan sampai sekarang meskipun krisis ekonomi melanda di Indonesia. Kelangsungan industri tergantung pada beberapa hal, baik dari segi pengusaha, struktur produksi, maupun kelancaran hubungan dengan wilayah lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada kemampuan bertahan industri tahu serta keterkaitannya dengan wilayah lain di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survai. Pengambilan sampel responden secara random dan dalam pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebayak 60 pengusaha tahu. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif serta analisa statistik. Tingkat pendidikan secara tidak langsung berpengaruh pada kemampuan bertahan industri tahu. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kemampuan bertahan industri tahu di Desa Margoagung adalah faktor modal. Ini ditunjukkan oleh berbagai faktor produksi modal, bahan baku, tenaga kerja, modal merupakan faktor utama dari bertahannya industri tahu. Upaya strategi penurunan produksi, pengurangan bahan baku dan pengurangan tenaga kerja dalam kondisi krisis tidak lain karena keterbatasan modal yang mereka miliki, terutama pengusaha skala rendah dan menengah. Meskipun sama-sama mengalami penurunan rata-rata produksi dengan modal, namun nilainya tidak signifikan.. Faktor lain yang juga mempunyai pengaruh cukup besar adalah upaya penyuluhan/pembinaan yang pernah dilakukan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan pengusaha yang pernah mengikuti pembinaan memiliki jumlah produksi yang lebih besar dibanding yang tidak pernah mengikuti pembinaan. Ini dapat dilihat pada pengusaha skala produksi rendah dan menengah yang memiliki banyak permasalahan ketika krisis melanda. Selain itu upaya tetap menjaga kelangsungan industri tahu sehingga mampu bertahan sampai sekarang kelancaran hubungan dengan wilayah lain tetap terjaga baik sebelum krisis maupun sesudah krisis. Hasil penelitian juga menunjukkan semakin besar jumlah bahan baku yang digunakan maka semakin besar pula jumlah tenaga kerja yang terserap. Suplai bahan baku saat ini masih didatangkan dari luar negri, di mana penyalur-penyalur bahan baku berasal dari luar daerah penelitian.. Selain itu produksi tahu untuk daerah pemasaran industri tahu mengalami penurunan setelah krisis akibat dari kondisi krisis yang berkepanjangan. Semakin besar jumlah produksi yang dihasilkan semakin luas pula jangkauan pemasaran. Upaya untuk tetap dapat mengatasi kendala yang ada dilakukan dengan mengaktifkan kembali lembaga-lembaga pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha tahu saat ini yang masih stagnasi. Selain itu peningkatan nilai kewirausahaan perlu ditingkatkan serta perbaikan program kebijakan pemerintah dalam industri tahu terutama dalam penyediaan bahan baku kedelai dan perluasan wilayah pemasaran.

-

Kata Kunci : Industri tahu,Seyegan,Sleman,DIY

  1. S1-2002-115194-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-115194-Blibliography.pdf  
  3. S1-2002-115194-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-115194-Title.pdf