Penggunaan foto udara untuk kajian potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas di kecamatan Gondomanan kota Yogyakarta
Lalitya Narieswari, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Dra. Endang Saraswati, M.S.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemanfaatan foto udara dalam menyajikan parameter yang mempengaruhi potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas; serta membuat model spasial potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas menggunakan parameter geometri jalan dan kondisi lingkungan jalan. Sumber data yang digunakan adalah orthophoto pankromatik hitam putih skala 1: 2.500 tahun 1996 hasil perbesaran dan rektifikasi foto udara skala 1: 13.000. Parameter yang dihitung dalam penentuan potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas menurut cara perolehannya di bagi menjadi 3, yaitu data yang diperoleh orthophoto dengan interpretasi visual, data sekunder dan data lapangan. Parameter diperoleh dari interpretasi orthophoto yaitu kapasitas jalan untuk menentukan nisbah volume dengan kapasitas, penggunaan lahan, pola parkir, trotoar, bentuk simpang. Parameter diperoleh dari data sekunder yaitu lalu lintas harian rata-rata, parameter diperoleh dari lapangan adalah data kondisi rambu. Kapasitas jalan dihitung dengan pendekatan foto udara dan menggunakan formula Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1996. Teknik analisis penentuan potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pengharkatan tertimbang. Penelitian ini menunjukkan bahwa orthophoto pankromatik hitam putih skala 1: 2.500 sangat sesuai atau bermanfaat untuk digunakan dalam menyadap parameter fisik dan kondisi lingkungan jalan yaitu kapasitas jalan, penggunaan lahan, pola parkir, trotoar dan bentuk simpang yang mempengaruhi potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut ditunjukkan dari uji ketelitian interpretasi salah satu parameter yaitu penggunaan lahan, dengan nilai ketelitian sebesar 87,75%. Model spasial potensi kerawanan kecelakaan ini memberikan hasil yang cukup baik karena mempunyai kesamaan dengan data sekunder angka kecelakaan dari kepolisian yaitu pada ruas jalan yang semakin rawan mempunyai jumlah kecelakaan yang besar. Potensi kerawanan kecelakaan ini dibagi kedalam 3 kelas kerawanan, yaitu kelas sangat rawan, kelas rawan, dan kelas kurang rawan. Hasil tersebut disajikan dalam bentuk peta potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas. Ruas jalan yang termasuk dalam kelas sangat rawan adalah Jalan Brigjend. Katamso, Bhayangkara, K.H. Ahmad Dahlan, dan Beskalan. Jalan Pajeksan, Suryatmajan, Mayor Suryotomo, Sultan Agung, Panembahan Senopati, Jend. Ahmad Yani, Ibu Ruswo, Kauman, Trikora, Pabringan, NY. Ahmad Dahlan, Sriwedani, dan Ketandan termasuk dalam kelas rawan. Yang termasuk dalam kelas kurang rawan adalah Jalan Gadean, Reksobayan, Ireda, dan Alun-Alun Utara. Hasil pemodelan spasial potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas dengan memperhitungkan parameter fisik dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa parameter yang paling dominan dalam menentukan potensi kerawanan adalah parameter penggunaan lahan, volume lalu lintas dan kapasitas jalan yang ditunjukkan dalam nilai NVK (nisbah volume dan kapasitas).
-
Kata Kunci : Kerawanan kecelakaan lalu lintas,Foto udara,Gondomanan,Kotamadya Yogyakarta,DIY