Laporkan Masalah

Realisasi Penyambung (Liaison), Pengikatan (Enchaînement), dan Elisi (Élision) pada Penutur Bahasa Indonesia: Studi Kasus pada Mahasiswa FLE (Français Langue Étrangère) Universitas Lampung

Nani Kusrini, Prof. Dr. Sajarwa, M.Hum.; Dr.Hayatul Cholsy, M.Hum.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Penelitian ini mengkaji realisasi penyambungan ujaran (chaine parlée) pada pemelajar FLE. Tujuan penelitian ini adalah 1) menjelaskan realisasi penyambung (liaison), pengikatan (enchaînement), dan elisi (élision) pada dua kelompok pemelajar FLE dengan jumlah jam belajar bP yang berbeda dalam berbicara dan membaca teks serta perbandingannya dengan realisasi penutur asli (membaca teks), serta 2) merumuskan faktor-faktor yang memengaruhi realisasi ketiganya.  Partisipan adalah 44 mahasiswa Universitas Lampung yang terdiri dari 27 orang dengan jumlah jam belajar setingkat B1 standar CECRL, 17 orang setingkat B2, dan 11 orang penutur asli.  

Sumber data adalah semua rekaman paparan (monolog) dalam enam situasi komunikasi, pembacaan teks, dan wawancara.  Data adalah semua gabungan kata yang dihubungkan dengan ketiganya dalam berbicara langsung dan membaca teks, serta hasil wawancara.  Instrumen penelitian ini divalidasi melalui expert judgment.  Reliabilitas diukur melalui inter-rater reliability.  Analisis data menggunakan teori dari Delattre (untuk liaison), teori enchaînement (consonantique dan vocalique), élision, serta pemerolehan (pembelajaran) bahasa kedua.  Untuk menganalisis sebagian data serta memperkuat bukti visual dan empiris, penelitian ini didukung dengan penggunaan perangkat lunak PRAAT.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar FLE menguasai elisi > penyambung > pengikatan.  Sifatnya yang wajib dan merupakan bagian dari tata bahasa Prancis yang ditandai dengan apostrof secara grafis membuat elisi lebih dikuasai dibandingkan penyambung dan pengikatan. Tingkat realisasi kedua kelompok pemelajar FLE ini jauh lebih rendah dibandingkan penutur asli dalam membaca teks pada penyambung dan pengikatan. Lamanya belajar bahasa Prancis yang berarti lamanya berinteraksi, menyimak, dan menggunakan bahasa Prancis di kelas ternyata tidak memengaruhi realisasi ketiganya secara signifikan.   Tingkat realisasi dari kedua kelompok pemelajar dalam berbicara langsung lebih tinggi dibandingkan membaca teks pada penyambung dan pengikatan, tapi hasil sebaliknya untuk elisi.  Perbedaan sistem ortografi bahasa Prancis dan bahasa Indonesia memengaruhi realisasi ketiganya.  Dengan triangulasi data, dirumuskan beberapa faktor yang memengaruhi realisasi ketiga fenomena fonologis ini yaitu faktor linguistik yang terdiri dari perbedaan sistem fonologis dan sistem ejaan (ortografi) L1 dan bahasa target, perbedaan ragam bahasa (berbicara dan membaca teks), penguasaan segmentasi ujaran (silabel), pengaruh ritme bahasa, penguasaan kaidah morfosintaksis bahasa Prancis, serta faktor ekstralinguistik yang terdiri dari pemahaman konsep mengenai ketiganya, strategi pembelajaran pelafalan, input bahasa Prancis, gaya kognitif, sikap bahasa dan motivasi belajar, dan ketidakhati-hatian dalam berbahasa.   


This study examines the realization of connected speech in French as a Foreign Language (FLE) students. The objectives of this study are: 1) to explain the realization of liaison, enchaînement, and élision in two groups of FLE learners with different amounts of French learning hours, both in speaking and reading texts, and to compare these with native speaker realization (reading texts); and 2) to formulate the factors influencing the realization these three phonological phenomena. Participants were 44 students from the University of Lampung, consisting of 27 individuals with B1 level French proficiency according to the CECRL standard, 17 individuals with B2 level, and 11 native speakers.

The data sources include all recordings of monologues in six communication situations, text readings, and interviews. The data itself comprises all word sequences linked by liaison, enchaînement, and élision in spontaneous speech and text reading, as well as interview responses. The research instruments were validated through expert judgment. Reliability was measured through inter-rater reliability. The analysis drew upon Delattre’s classification for liaison, theories of enchaînement (consonantique and vocalique), élision, and second language acquisition. To analyze some of the data and strengthen visual and empirical evidence, this research was supported by the use of PRAAT software.

The findings indicate that FLE learners demonstrate mastery in the order of élision > liaison > enchaînement.   Its obligatory nature and status as a part of French grammar, graphically marked by an apostrophe, contribute to élision being mastered more effectively compared to liaison and enchaînement. The realization level of these two groups of FLE students is significantly lower than that of native speakers in text reading for liaison and enchaînement. Interestingly, the duration of French learning, implying greater interaction, listening, and classroom use, did not significantly impact the realization of these three phenomena. Students exhibited higher realization levels for liaison and enchaînement in direct speaking compared to text reading, while the reverse was observed for élision. Through data triangulation, several influencing factors were formulated, including linguistic factors which include differences in the phonological and orthographic systems between L1 and L2, differences in language registers (speaking and reading texts), mastery of speech segmentation (syllables), influence of language rhythm, mastery of French morphosyntactic rules, and extralinguistic factors which include conceptual understanding of the phenomena, pronunciation learning strategies, French language input, cognitive style, language attitude and learning motivation, and inattention in language use.


Kata Kunci : penyambungan ujaran (chaîne parlée), penyambung (liaison), pengikatan (enchaînement), elisi (élision)

  1. S3-2025-486090-abstract.pdf  
  2. S3-2025-486090-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-486090-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-486090-title.pdf