Identifikasi obyek wisata untuk penyusunan paket wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta
M. Sulhan Ananda, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
2001 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDaerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali aset obyek dan daya tarik wisata. Daerah ini memberikan kontribusi yang lebih dari cukup dalam hal penyediaan obyek wisata, baik yang sifatnya in-situ maupun ex-situ untuk penyusunan paket wisata. Tetapi kunjungan wisatawan masih terpusat pada obyek wisata yang sudah berkembang. Padahal aset yang ada masih banyak obyek wisata yang berpotensi tinggi untuk dapat ditawarkan melalui paket wisata. Tujuan penelitian ini menyusun suatu alternatif paket wisata sehingga kontribusi obyek wisata sangat penting, maka judul penelitian: "Identifikasi Obyek Wisata Untuk Penyusunan Paket Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta" tersebut dipilih dan dilakukan. Obyek-obyek wisata tersebut diidentifikasi untuk kemudian disusun paket wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis digunakan metode analisa data sekunder. Analisa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif terhadap jumlah pengunjung dengan jarak dari Yogyakarta sebagai pusat kepariwisataan, dan jumlah pengunjung dengan ketersediaan fasilitas pelayanan masing-masing obyek wisata. Penelitian dilakukan dengan membandingkan data jumlah pengunjung selama 6 (enam) tahun (1996-2000). Teknik skoring dan scalling digunakan untuk mengetahui hirarki jumlah pengunjung dan ketersediaan fasilitas yang ada. Sedangkan untuk pemilihan obyek wisata dilakukan pemilihan berdasarkan jumlah pengunjung pada tingkat lima besar pada kelima Kabupaten dan Kotamadya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara jumlah pengunjung dengan jarak dari pusat kota Yogyakarta, dengan nilai korelasi 0,1460. Sebagai contoh adalah Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Parangtritis dan Hutan Wisata Kaliurang yang jaraknya relatif jauh tetapi berada pada hirarki tingkat I. Hal ini menandakan bahwa pariwisata bergerak secara spasial dari obyek yang satu ke obyek yang lainya secara bebas tanpa adanya batas jarak yang mempengaruhi sejauh aksesibilitasnya mendukung antara lain: transportasi dan jalan raya. Sedangkan fasilitas pelayanan yang dimiliki oleh masing-masing obyek mempunyai pengaruh terhadap jumlah pengunjung yang mengunjungi obyek tersebut ini berarti wisatawan memerlukan kemudahan di obyek wisata. Dari identifikasi obyek wisata sebanyak 139 obyek dan daya tarik wisata dan obyek wisata pertunjukan tetapi karena beberapa obyek tidak dapat dinikmati secara berkesinambungan seperti antara lain "Grebeg Syawal", "Larung Samudro" dan lainnya, maka ditetapkan 115 buah obyek wisata yang digunakan sebagai populasi penelitian ini. Ketersediaan data fasilitas pelayanan dan jumlah pengunjung dapat dikumpulkan sebanyak 54 obyek dan daya tarik wisata. Obyek dan daya tarik wisata berupa pertunjukkan dapat dimasukkan dalam paket secara insidental selama dalam pelaksanaan paket. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahwa obyek-obyek dan daya tarik wisata yang mempunyai jumlah pengunjung berada pada hirarki tingkat I mempunyai kesamaan pada hirarki fasilitas pelayanannya yang rata-rata juga berada pada hirarki tingkat I.
-
Kata Kunci : Identifikasi Obyek wisata, DIY,Penyusunan paket wisata