Laporkan Masalah

Evaluasi kemampuan lahan untuk wisata alam pegunungan di kecamatan Cangkringan kabupaten Sleman dan kecamatan Kemalang kabupaten Klaten

Muh. Aris Marfai, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.

1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi daya tarik, pembatas lahan dan kelas kemampuan lahan untuk wisata alam pegunungan di wilayah administrasi Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Teknik pengharkatan digunakan untuk melakukan penilaian terhadap berbagai parameter yang digunakan. Penentuan kiasifikasi kemampuan lahan berdasarkan harkat terendah dan harkat tertinggi. Potensi daya tank ditentukan berdasarkan parameter keterlihatan obyek alami, kegiatan olahraga, prosesi budaya dan peninggalan sejarah, serta penggunaan lahan. Penentuan pembatas lahan berdasarkan zonasi bahaya Gunungapi Merapi, tingkat erosi dan kerawanan gerakan-massa batuan. Kerawanan gerakan massa batuan diperoleh dad penilaian faktor kemiringan lereng, pemusatan mataair, pelapukan, permeabiltas, tekstur tanah, curah hujan, penggalian tebing, dan penggunaan lahan. Penentuan kelas kemampuan lahan dilakukan dengan kiasifikasi harkat dari potensi daya tarik dan pembatas lahan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 kelas potensi daya tarik. Potensi daya tarik tinggi (kelas 2) dengan luas lahan 1,2504Km2atau 1,25 dari luas daerah penelitian. Potensi daya tank sedang (kelas 3) dengan luas lahan 5,4394Km2 atau 5,463 % dari luas daerah penelitian. Potensi daya tarik agak rendah (kelas 4) dengan luas lahan 10,1283Km2atau 10,174 % dari luas lahan daerah penelitian. Potensi daya tank sangat rendah (kelas 5) dengan luas lahan 82,732Km2atau 83,106 % dari luas daerah penelitian. Berdasarkan analisa parameter kerawanan gerakan massa batuan di daerah penelitian terdapat 3 kelas potensi kerawanan gerakan massa batuan. Potensi kerawanan gerakan massa batuan tinggi (kelas 2) mempunyai luas lahan 3,5625 Km2 atau 3,529% dari daerah penelitian. Potensi kerawanan gerakan massa batuan sedang (kelas 3) mempunyai luas lahan 53,1729Km2atau 53,42 % dari luas daerah penelitian. Potensi kerawanan gerakan massa batuan rendah (kelas 4) mempunyai luas 42,8076 Km2 atau 43,052% dari luas daerah penelitian. Berdasarkan analisa parameter pembatas lahan, yang meliputi bahaya Merapi, tingkat erosi dan kerawanan gerakan massa batuan maka di daerah penelitian terdapat 4 kelas pembatas lahan. Yaitu pembatas lahan agak besar (kelas 4) dengan luas lahan 13,0795 Km7atau 13,139 % dari luas daerah penelitian. Pembatas lahan sedang (kelas 3) dengan luas lahan 24,0068 Km2 atau 24,115 %. Pembatas lahan sedikit (kelas 2) dengan luas lahan 55,333 Km2atau 55,583 % dari luas daerah penelitian. Pembatas lahan sangat sedikit (kelas 1) dengan luas lahan 7,1307Km2atau 7,163 % dari luas daerah penelitian. Pada daerah penelitian terdapat 3 kelas kemampuan lahan untuk wisata alam pegunungan. Kelas kemampuan lahan sedang (kelaslll) dengan luas 11,0072 Km2atau 11,057 % dari luas daerah penelitian. Kelas kemampan lahan rendah (kelaslV) dengan luas 83,5895Km2 atau 83,967 % dari luas daerah penelitian. Kelas kemampuan lahan sangat rendah (kelasV) dengan luas lahan 4,9533 Krn7atau 4,976 % dari luas daerah penelitian.

-

Kata Kunci : Wisata alam pegunungan,Evaluasi kemampuan lahan,Kemalang,Klaten,Jawa Tengah,Sleman,DIY,Cangkringan

  1. S1-1998-94359-abstract.pdf  
  2. S1-1998-94359-Blibliography.pdf  
  3. S1-1998-94359-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1998-94359-title.pdf