Hubungan Optimisme Dengan Subjective Well-Being Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik: Mixed Methods Study
Alessandra Hernanda Soselisa, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes.; Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang : Hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi subjective well-being (SWB). Optimisme terbukti berperan dalam meningkatkan SWB pada pasien dengan penyakit kronis, namun hubungan antara optimisme dan SWB pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis belum banyak diteliti.
Tujuan: Menganalisis hubungan optimisme dengan SWB pasien GGK yang menjalani hemodialisis.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan explanatory sequential design untuk menganalisis hubungan optimisme dengan SWB pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis (N=149) dan untuk mengeksplorasi perspektif partisipan terkait hubungan tersebut (N=8). Instrumen yang digunakan adalah Life Orientation Test-Revised (LOT-R) dan Personal Wellbeing Index-Adult (PWI-A). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pendekatan deskriptif.
Hasil: Rata-rata skor optimisme sebesar 16,67 (SD ± 3,150) dan skor SWB 55,63 (SD± 7,859), serta terdapat hubungan signifikan antara optimisme dengan SWB (p < 0>Hasil kualitatif tergambarkan melalui lima tema utama yaitu: persepsi terhadap penyakit yang menyebabkan kekhawatiran dan ketakutan pasien, distres emosional saat menjalani perawatan hemodialisis, proses penerimaan dan pemberdayaan pasien, aset dan upaya yang dilakukan untuk tetap bertahan, peran optimisme dengan SWB pada pasien penyakit kronis.
Kesimpulan: Optimisme dan SWB pada pasien GGK dalam kategori sedang. Terdapat hubungan positif yang cukup kuat secara statistik antara optimisme dengan SWB, didukung oleh temuan kualitatif pada tema kelima terkait persepsi yang beragam tentang hubungan optimisme dengan kebahagiaan, antara lain optimisme memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung, bersifat ambivalen dan tidak berhubungan.
Background: Hemodialysis in patients with chronic kidney disease (CKD) can cause physical and psychological impacts that reduce quality of life and subjective well-being (SWB). Optimism contributes to enhancing SWB in individuals with chronic illnesses; however, the relationship between optimism and SWB in CKD patients undergoing hemodialysis remains understudied.
Objective: This study aims to analyze the relationship between optimism and SWB in CKD patients undergoing hemodialysis.
Method: This study used a mixed methods approach with an explanatory sequential design to examine the relationship between optimism and SWB in CKD patients undergoing Haemodialysis (N=149) and explore participants' perspectives on that relationship (N=8). Instruments used included the Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and the Personal Wellbeing Index-Adult (PWI-A). Qualitative data were collected through in-depth interviews, using a descriptive approach.
Results: The average optimism score is 16.67 (SD ± 3,150), and the SWB score is 55.63 (SD± 7,859), indicating a significant relationship between optimism and SWB (p < 0>. Qualitative findings are summarized into five themes: illness perceptions that cause worry and fear, emotional distress during Haemodialysis, the process of acceptance and empowerment, resources and efforts to maintain resilience, and the role of optimism in the SWB of patients with chronic illness.
Conclusion: Optimism and SWB in CKD patients are in the moderate category. A statistically significant positive relationship, supported by qualitative findings in the fifth theme, which reveal varied perceptions of the relationship between optimism and well-being, ranging from direct to indirect, ambivalent, or unrelated.
Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Optimisme, Subjective well-being