Analisis Implementasi Kebijakan Perhutanan Sosial di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat Menggunakan Pendekatan Systematic Literature Review
I GUSTI AYU PUTRI H, Ir. Dwiko Budi Permadi., S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU.
2025 | Skripsi | S1 KEHUTANAN
Perhutanan Sosial (PS) adalah kebijakan strategis yang memberikan hak
kelola hutan kepada masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan, menjaga
kelestarian lingkungan, dan mengurangi ketimpangan akses terhadap sumber daya
hutan. Namun, implementasinya di berbagai wilayah masih menunjukkan hasil
yang beragam serta menghadapi tantangan, terutama dalam aspek kelembagaan,
regulasi, dan partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic
Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi pelaksanaan PS di Provinsi D.I.
Yogyakarta, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Studi ini mengkaji tren
penelitian, tantangan, dan gap implementasi berdasarkan literatur ilmiah yang terbit
antara tahun 2007 hingga 2024, sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih
adaptif dan berkelanjutan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Yogyakarta relatif berhasil dalam
pelaksanaan PS, didukung kelembagaan lokal yang kuat, ekowisata yang
berkembang, dan kontribusi terhadap PAD. Lampung menghadapi hambatan dalam
bentuk ketidaksinkronan regulasi, lemahnya pendampingan pasca-izin, serta
ketimpangan internal kelompok. Di NTB, kelembagaan lemah, rendahnya
legalisasi, serta dominasi tengkulak menjadi persoalan utama. Ketimpangan akses,
minimnya peran perempuan dalam kelembagaan, dan keterbatasan lahan juga
menjadi tantangan umum di ketiga wilayah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan PS sangat bergantung
pada kestabilan regulasi, penguatan kelembagaan, diversifikasi usaha, dan integrasi
dengan sektor ekonomi lokal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam
merumuskan kebijakan PS yang lebih inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan, serta
mendorong studi lanjutan terkait aspek ekologi, kelompok rentan, dan model bisnis
hutan kemasyarakatan.
Kata kunci: perhutanan sosial, systematic literature review, kebijakan perhutanan
sosial, implementasi perhutanan sosial.
Social Forestry (SF) is a strategic policy that grants communities the rights
to manage forests with the objectives of improving welfare, preserving
environmental sustainability, and reducing disparities in access to forest resources.
However, its implementation across various regions has yielded mixed results and
continues to face significant challenges, particularly in the areas of institutional
capacity, regulatory frameworks, and community participation. This study employs
a Systematic Literature Review (SLR) approach to evaluate the implementation of
SF in the provinces of D.I. Yogyakarta, Lampung, and West Nusa Tenggara (NTB).
The study examines research trends, challenges, and implementation gaps based on
scientific literature published between 2007 and 2024, providing a foundation for
the development of more adaptive and sustainable policies.
The analysis indicates that Yogyakarta has achieved relative success in
implementing SF, supported by strong local institutions, the growth of ecotourism,
and contributions to local government revenue. Lampung faces obstacles such as
regulatory inconsistencies, insufficient post-permit facilitation, and internal group
disparities. In NTB, weak institutional structures, low rates of legalization, and the
dominance of intermediaries are the main issues. Common challenges across all
three regions include unequal access, limited participation of women in institutions,
and land constraints.
This study concludes that the success of SF is highly dependent on
regulatory stability, institutional strengthening, business diversification, and
integration with local economic sectors. These findings are expected to inform the
development of more inclusive, context-specific, and sustainable SF policies, as
well as encourage further research on ecological aspects, vulnerable groups, and
community-based forest business models
Keywords: social forestry, systematic literature review, social forestry policy,
social forestry implementation.
Kata Kunci : perhutanan sosial, systematic literature review, kebijakan perhutanan sosial, implementasi perhutanan sosial.