Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Modal Psikologis dan Modal Sosial Terhadap Perilaku Usaha Pengrajin Jadah Tempe (Studi Kasus : Omah Jadah Kaliurang, Yogyakarta)

Rheznandya Gaffi Rangga Saputra, Ir. Didik Purwadi, M.EC.; Thalia Naziha, S.T.P., M.Sc., M.B.A.

2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Dalam menghadapi persaingan global dan perubahan ekonomi yang cepat, UMKM memerlukan strategi yang kuat untuk bertahan dan berkembang. Pendirian Omah Jadah Kaliurang bertujuan untuk menyediakan fasilitas produksi, dukungan administrasi, dan bantuan pemasaran yang diperlukan pengrajin untuk meningkatkan daya saing mereka. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor psikologis dan sosial yang berpengaruh terhadap pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya melalui Sentra UMKM Omah Jadah Kaliurang, sebuah pusat UMKM yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendukung para pengrajin jadah tempe di Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun rendahnya partisipasi dari anggota tetap dan minimnya kegiatan rutin yang dilakukan oleh Omah Jadah Kaliurang menunjukkan ketidaksesuaian antara peran sentra dalam mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing bagi UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei dan analisis SEM-PLS untuk menggali faktor-faktor psikologis seperti kepercayaan diri, optimisme, dan ketahanan yang memediasi faktor modal sosial seperti jaringan kepercayaan dan hubungan sosial yang penting pengaruhnya disimak terhadap perilaku usaha pengrajin dalam kesiapan pengembangan UMKM berbasis aspek psiko-sosial. Hasilnya diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan dan program pendampingan yang lebih efektif, sehingga mampu meningkatkan daya saing para pengrajin jadah tempe baik di pasar lokal maupun internasional. 

In response to global competition and rapid economic change, SMEs need strong strategies to sustain and grow. The establishment of Omah Jadah Kaliurang aims to provide production facilities, administrative support, and marketing assistance needed for artisans to increase their competitiveness. This study focuses on the psychological and social factors influencing SME development in Indonesia, specifically through a centralization initiative at “Omah Jadah Kaliurang”—an SME center established by the Sleman Regency government to support jadah tempe artisans in Kaliurang, Yogyakarta. However, the low level of participation from members and lack of routine work programs carried out by Omah Jadah Kaliurang shows the discrepancy between the role of SMEs center in supporting the development and improvement of competitiveness for SMEs. This research employs a quantitative approach, using surveys and SEM-PLS analysis, to explore how psychological factors like hope, self-efficacy, optimism, and resilience mediate social capital factors such as cognitive, relational and structural that are crucial to observe in the readiness of developing SMEs based on psycho-social aspects. Additionally, the study examines how these factors influence the artisans’ readiness to participate in centralized efforts. The findings are expected to guide the government in designing more effective policies and support programs, ultimately enhancing the competitive edge of jadah tempe artisans in both local and international markets. 

Kata Kunci : Modal Sosial, Modal Psikologis, Perilaku Kewirausahaan, SEM-PLS, Strategi

  1. S1-2025-473126-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473126-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473126-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473126-title.pdf