Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMSI DAN TINGKAT KONSUMSI PRODUK PETERNAKAN DI KOTA KUPANG, SIDOARJO, DAN SURAKARTA

Jason Saut Hamonangan, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M. Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng; Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan tingkat konsumsi produk peternakan pada tingkat rumah tangga di tiga wilayah, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surakarta. Produk peternakan yang diteliti meliputi daging sapi, daging kambing/domba, daging babi, daging ayam broiler, daging ayam kampung, telur ayam ras, dan susu sapi. Data primer diperoleh dari 450 rumah tangga melalui survei dengan kuesioner terstruktur. Karakteristik rumah tangga yang dianalisis mencakup umur kepala rumah tangga, pendidikan terakhir kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pendapatan rumah tangga per bulan, dan lokasi tempat tinggal. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk mengkaji keputusan konsumsi (dengan variabel dependen bersifat dikotomis) dan regresi linier berganda untuk menganalisis tingkat konsumsi (dalam gram atau mililiter per kapita per bulan). Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi baik keputusan maupun tingkat konsumsi hampir semua produk peternakan yang diteliti. Lokasi tempat tinggal juga menunjukkan pengaruh signifikan, mencerminkan adanya disparitas konsumsi antar wilayah akibat perbedaan aksesibilitas produk, harga lokal, dan budaya konsumsi. Pendidikan kepala rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumsi beberapa produk seperti susu sapi, namun tidak selalu berdampak pada volume konsumsi. Ukuran rumah tangga cenderung berpengaruh negatif terhadap tingkat konsumsi per kapita, khususnya pada produk bernilai ekonomis tinggi, meskipun tidak signifikan terhadap keputusan konsumsi. Sementara itu, usia kepala rumah tangga menunjukkan pengaruh negatif terhadap konsumsi pada sebagian besar produk, khususnya produk yang diasosiasikan dengan masalah kesehatan seperti susu dan telur. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis karakteristik sosial ekonomi dan geografis dalam upaya peningkatan konsumsi produk hewani yang bergizi. Kebijakan pangan nasional dan program intervensi konsumsi protein hewani perlu disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya lokal masyarakat agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

This study aims to analyze the faktors that influence decisions and consumption levels of livestock products at the household level in three regions, namely Kupang City, Sidoarjo Regency, and Surakarta City. The livestock products studied include beef, goat/lamb meat, pork, broiler chicken meat, kampung chicken meat, chicken eggs, and cow's milk. Primary data were obtained from 450 households through a survey with a structured questionnaire. The household characteristics analyzed include the age of the head of the household, the last education of the head of the household, the number of household members, household income per month, and location of residence. The analysis method used is logistic regression to examine consumption decisions (with a dichotomous dependent variable) and multiple linear regression to analyze consumption levels (in grams or milliliters per capita per month). The results of the analysis show that household income is the most consistent faktor influencing both decisions and consumption levels of almost all livestock products studied. Location of residence also shows a significant influence, reflecting disparities in consumption between regions due to differences in product accessibility, local prices, and consumption culture. The education of the head of the household has a significant effect on consumption decisions for several products such as cow's milk, but does not always have an impact on consumption volume. Household size tends to have a negative effect on per capita consumption levels, especially for products with high economic value, although it is not significant for consumption decisions. Meanwhile, the age of the head of the household shows a negative effect on consumption for most products, especially products associated with health problems such as milk and eggs. These findings emphasize the importance of a socio-economic and geographic-based approach in efforts to increase consumption of nutritious animal products. National food policies and animal protein consumption intervention programs need to be adjusted to local socio-economic and cultural conditions in order to be more targeted and sustainable.

Kata Kunci : konsumsi rumah tangga, produk peternakan, faktor sosial ekonomi, regresi logistik, regresi linier.

  1. S2-2025-528527-abstract.pdf  
  2. S2-2025-528527-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-528527-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-528527-title.pdf