Turning Point of Recognition: The Participation of Women from Cina Benteng Minority Ethnic in The Economic Empowerment and Social Inclusion
Eri Susilowati, Dr. Samsul Maarif
2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Perempuan dari latar belakang etnis minoritas sering mengalami diskriminasi ganda, yang timbul dari etnisitas dan gender mereka, yang sering menempatkan mereka pada posisi subordinat. Penelitian ini meneliti bagaimana perempuan Cina Benteng berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi, dengan fokus pada bagaimana mereka mengoptimalkan agensi dan sumber daya untuk mencapai pemberdayaan dan sejauh mana partisipasi mereka berdampak pada pembebasan mereka dari diskriminasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metodologi etnografi, yang dilakukan selama dua bulan di komunitas Cina Benteng yang terletak di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan partisipan perempuan dari kelompok etnis Cina Benteng. Kerangka analisis penelitian ini didasarkan pada teori pemberdayaan perempuan Naila Kabeer, yang digunakan untuk menganalisis pengaruh agensi dan sumber daya terhadap pemberdayaan perempuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Cina Benteng secara aktif berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi dan mulai bergerak keluar dari posisi subordinat yang telah terbentuk sebagai bagian dari tatanan sosial masyarakat. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ekonomi dipengaruhi oleh interaksi antara agensi dan sumber daya. Secara pribadi, mereka mulai memanfaatkan agensi mereka untuk mengakses berbagai sumber daya, termasuk modal finansial, dukungan sosial, dan norma budaya, yang semuanya berperan dalam menentukan sejauh mana mereka dapat mencapai pemberdayaan. Kegiatan ekonomi mereka berkontribusi pada perubahan norma gender dan peningkatan pengakuan atas peran mereka di luar ranah domestik, yang selama ini telah berkontribusi menempatkan perempuan dalam posisi yang tidak berdaya.
Women from minority ethnic backgrounds frequently encounter dual discrimination, arising from both their ethnicity and gender, which often places them to subordinate positions. This study examines how Cina Benteng women participate in economic empowerment, focusing on how they optimize agency and resources to achieve empowerment and to what extent their participation has an impact on freeing them from discrimination. This research employed a qualitative research design with ethnographic methodology, conducted over two-month period in Cina Benteng community located in Belimbing Village, Kosambi District, Tangerang Regency, Banten. Data collection was carried out through a combination of participant observation and in-depth interviews with female participants from Cina Benteng ethnic group. The analytical framework of this study is based on Naila Kabeer's theory of women's empowerment, which is used to analyze the influence of agency and resources on women's empowerment. The findings of this study show that Cina Benteng women actively participate in economic empowerment and begin to move out of the subordinate position that has been formed as part of the social order of society. Their involvement in economic activities is influenced by the interaction between agency and resources. Personally, they began to utilize their agency to access various resources, including financial capital, social support, and cultural norms, all of which played a role in determining the extent to which they could achieve empowerment. Their economic activities contributed to changes in gender norms and increased recognition of their roles outside of the domestic sphere, which had contributed to placing women in a disempowered position.
Kata Kunci : Cina Benteng, Agency, Resource, Women Empowerment, Gender, Culture