Laporkan Masalah

The Digital Silk Road: Indonesia’s Strategy in Engaging with the E-Commerce Industry

Ammara Kamila Hermawan, Arindha Nityasari, MCyberSecAnalysis

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Skripsi ini mengkaji keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Jalur Sutra Digital atau Digital Silk Road (DSR). Indonesia, terlepas dari banyaknya pernyataan dan kebijakan proteksionis terkait ekonomi digitalnya, dianggap sebagai mitra penting bagi inisiatif jalur sutra digital Tiongkok, sebuah inisiatif yang melestarikan gagasan ekonomi digital perdagangan bebas yang lebih besar dan berisiko menimbulkan ketergantungan yang berlebihan pada teknologi Tiongkok bagi ekonomi digital Indonesia. Oleh karena itu, skripsi ini mencoba untuk memperjelas strategi Indonesia yang tampaknya tidak konsisten terhadap kerja sama digital Tiongkok dan pada akhirnya merasionalisasi mengapa Indonesia sangat terlibat dalam inisiatif jalur sutra digital. Dengan menggabungkan bukti dari badan-badan pemerintah dan pernyataan dari tokoh-tokoh penting, serta mengikuti model lindung nilai Kuik, Indonesia dapat dianggap melakukan strategi Hedging-Bandwagoning terhadap intrusi jalur sutra digital. Dengan mengonseptualisasikan Jalur Sutra Digital sebagai alat Economic Statecraft, dapat disimpulkan lebih lanjut bahwa strategi Indonesia terletak pada besarnya keuntungan eksklusif yang diberikan DSR kepada negara tersebut dibandingkan dengan pihak pesaing lainnya dan fakta bahwa DSR telah begitu mengakar dalam ekosistem digital Indonesia sehingga bahkan upaya untuk melepaskan diri darinya dapat mengakibatkan gangguan publik besar-besaran atau intervensi langsung pemerintah Tiongkok.

This thesis examines Indonesia’s engagement with the digital silk road initiative. Indonesia, despite its many protectionist statements and policies regarding its digital economy, is considered an essential partner for China’s digital silk road initiative, an initiative that perpetuates the idea of a greater free trade digital economy and risks overdependence on Chinese technology for Indonesia’s digital economy. This thesis therefore attempts to interpret Indonesia’s seemingly inconsistent behaviours towards Chinese digital cooperation and ultimately rationalizes why it engages heavily with the digital silk road initiative. Incorporating evidence from governmental bodies and statements from important figures and following Kuik’s hedging model, Indonesia can be considered to be hedging-bandwagoning towards the digital silk road’s intrusion. By conceptualizing the digital silk road as a form of economic statecraft, it can be further concluded that Indonesia’s strategy lies with the large amount of exclusive gains the DSR provides to the country comparative to other competing parties and the fact that the DSR has become so entrenched in Indonesia’s digital ecosystem that even attempting to decouple from it may result in either massive public disruption or direct Chinese governmental intervention.

Kata Kunci : Indonesia, E-Commerce, Digital Silk Road, Digital Economy, China

  1. S1-2025-477610-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477610-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477610-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477610-title.pdf