Laporkan Masalah

Pengaruh Jenis Mesin pada Industri Mebel Kayu terhadap Harga Jual dan Perspektif Kualitas Produk oleh Konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta

Ego Hermawan Saputro, Ir. Vendy Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Industri mebel kayu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan sektor unggulan dengan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. Namun, pelaku industri menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan penggunaan mesin produksi, biaya operasional, dan kualitas produk untuk memenuhi ekspektasi—belum ada studi yang mengkaji hal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan mesin terhadap harga jual dan perspektif kualitas produk mebel kayu di beberapa perusahaan mebel Provinsi DIY, serta menentukan kondisi optimal penggunaan mesin guna mencapai efisiensi produksi dan kepuasan konsumen.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan terkait penggunaan mesin, proses produksi, dan kualitas produk, serta wawancara terstruktur menggunakan kuesioner terhadap 180 responden di tiga perusahaan mebel kayu (CV Asa Cipta Mandiri, CV Limase Laras, dan PT Yogya Indo Global). Data sekunder mencakup laporan keuangan perusahaan. Analisis data dilakukan secara statistik dengan uji korelasi Pearson two-tail, menghasilkan tingkat kepercayaan 0,876, 0,922, dan 0,901 untuk mengukur hubungan antara penggunaan mesin, harga jual, dan perspektif kualitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual lebih dipengaruhi oleh bahan baku dan desain daripada teknologi mesin, sementara persepsi kualitas konsumen lebih terkait dengan kelengkapan mesin karena mampu mengurangi cacat produksi. Penggunaan mesin berdampak minimal terhadap harga jual, dengan pengaruh hanya muncul melalui biaya tetap (depresiasi peralatan) dan biaya variabel (listrik). Kondisi optimal tercapai ketika kombinasi mesin dasar (seperti planner dan sander) dan pengerjaan finishing manual diterapkan, menghasilkan harga kompetitif (Rp500.000–Rp600.000) dan kepuasan konsumen tinggi (skor 4,4/5). Implikasi penelitian menekankan strategi investasi mesin yang selektif serta peningkatan keterampilan tenaga kerja untuk memperkuat daya saing industri.

The wood furniture industry in the Special Region of Yogyakarta (DIY) Province is a leading sector with significant contributions to the regional economy. However, industry players face challenges in balancing the use of production machinery, operational costs, and product quality to meet market expectations—a gap yet to be examined in existing studies. This research aims to analyze the impact of machinery usage on the selling price and perceived quality of wood furniture products in several furniture companies in DIY Province, as well as to determine the optimal conditions for machinery utilization to achieve production efficiency and consumer satisfaction.

This study employs quantitative and qualitative methods using primary and secondary data. Primary data was obtained through field observations on machinery usage, production processes, and product quality, as well as structured interviews using questionnaires with 180 respondents from three wood furniture companies (CV Asa Cipta Mandiri, CV Limase Laras, and PT Yogya Indo Global). Secondary data included company financial reports. Data analysis was conducted statistically using a two-tailed Pearson correlation test, yielding confidence levels of 0.876, 0.922, and 0.901 to measure the relationship between machinery usage, selling price, and quality perspectives.

The results indicate that selling price is more influenced by raw materials and design than by machine technology, while consumer quality perception is more strongly tied to machine completeness due to its ability to reduce production defects. Machine usage has minimal impact on selling price, with effects only arising through fixed costs (equipment depreciation) and variable costs (electricity). Optimal conditions are achieved when a combination of basic machinery (e.g., planners and sanders) and manual finishing is applied, yielding competitive pricing (IDR 500,000–600,000) and high consumer satisfaction (score 4.4/5). The study’s implications emphasize selective machine investment strategies and workforce skill enhancement to strengthen industrial competitiveness.

Kata Kunci : efisiensi produksi, kelengkapan mesin, biaya operasional, kepuasan konsumen, industri furnitur

  1. S1-2025-445491-abstract.pdf  
  2. S1-2025-445491-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-445491-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-445491-title.pdf