Laporkan Masalah

Implementasi Prinsip Ekonomi Sirkular dalam Kebijakan Pembangunan Pariwisata di Jepang Pasca Pandemi Covid-19

Kania Paula Ananta, Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Upaya Jepang sebagai negara dengan ambisi pembangunan pariwisata berkelanjutan telah tervalidasi dengan pencapaiannya dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2021. Di sisi lain, Jepang juga merupakan salah satu negara pelopor yang mengadopsi prinsip ekonomi sirkular dalam kebijakan nasionalnya. Namun, capaiannya dalam menginstitusionalisasi prinsip ekonomi sirkular yang merupakan salah satu alat mencapai keberlanjutan di level kebijakan pariwisata pasca pandemi Covid-19 masih sangat minim. Penelitian ini berargumen bahwa minimnya institusionalisasi prinsip ekonomi sirkular dalam kebijakan pariwisata berkelanjutan pasca Covid-19 disebabkan oleh hambatan signifikan dari masalah struktural yang kemudian menimbulkan masalah berantai pada dimensi kultural, finansial, dan teknikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip rethink menghadapi hambatan paling berat karena sistem yang ada saat ini hanya ramah untuk mengoptimalkan paradigma linear daripada mempertanyakan secara fundamental. Sebaliknya, prinsip recycle menawarkan potensi paling realistis berkat fondasi teknis yang kuat dan familiaritas masyarakat Jepang. Kendati keputusan ini merupakan langkah yang paling mudah, tetapi hal ini juga menggarisbawahi dilema ambisi sirkular Jepang yang masih terjebak di antara citra berkelanjutan dan realitas operasional linear.

Japan’s ambitions to achieve a sustainable tourism development agenda have been validated by its achievements in the Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2021. On the other hand, Japan is also an early adopter of the principles of circular economy in its national policies. However, its achievement in institutionalizing the principles of circular economy, which is one of the tools to achieve sustainability at the post-Covid-19 sustainable tourism policies, is not very significant. This research argues that the limited institutionalization of circular economy principles in post-Covid-19 sustainable tourism policies stems from significant structural barriers, which subsequently generate interrelated challenges in cultural, financial, and technical dimensions. The results of the analysis indicate that the ‘rethink’ principle encounters the most significant obstacles, as the current system remains structured to optimize the linear paradigm rather than to challenge it fundamentally. In contrast, the ‘recycle’ principle presents the most feasible potential due to its strong technical foundation and its widespread acceptance within Japanese society. While this choice represents the most accessible step, it also underscores Japan’s circularity dilemma, one that remains trapped between projecting a sustainable image and maintaining a predominantly linear operational reality.

Kata Kunci : ekonomi sirkular, institusionalisasi kebijakan, Jepang, pandemi Covid-19, pariwisata berkelanjutan

  1. S1-2025-473257-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473257-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473257-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473257-title.pdf