Sikap dan Efikasi Diri Guru SD Negeri Kota Bontang terhadap Pendidikan Inklusif: Evaluasi Kualitatif Pelatihan Pendidikan Inklusif
Mafaaza Faj'Riyah, Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Guru SD Negeri Kota Bontang menghadapi berbagai tantangan di dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, antara lain minimnya pengetahuan dan perasaan belum kompeten dalam melakukan manajemen kelas pada setting pendidikan inklusif. Kendala tersebut berdampak pada sikap dan efikasi diri guru terhadap pendidikan inklusif. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pendidikan inklusif. Evaluasi terhadap pelatihan penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau gambaran sikap dan efikasi diri guru sebelum ataupun setelah mengikuti pelatihan pendidikan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian merupakan guru SD Negeri Kota Bontang yang mengikuti pelatihan di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) selama lima hari. Data dikumpulkan melalui survei kualitatif dan teacher daily journaling (TDJ) selama pelatihan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan pengujian kredibilitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan dalam sikap guru terhadap pendidikan inklusif, baik dari dimensi kognitif, afektif, maupun perilaku. Sebelum pelatihan, beberapa guru menunjukkan pemahaman yang terbatas terhadap konsep inklusi. Namun setelah pelatihan, peserta memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai inklusi sebagai sistem pendidikan universal, serta menunjukkan empati dan antusiasme dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, efikasi diri guru juga mengalami perubahan pada aspek penggunaan instruksi inklusif, kolaborasi, dan manajemen perilaku siswa. Guru mulai menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi, memahami prinsip pembelajaran berdiferensiasi, serta siap untuk berkolaborasi dengan orang tua dan tenaga ahli. Penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan pendidikan inklusif yang komprehensif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesiapan guru untuk menghadapi keberagaman di ruang kelas serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Elementary school teachers in Bontang City face various challenges in implementing inclusive education, including a lack of knowledge and feeling incompetent in managing classes in inclusive education settings. These obstacles impact teachers' attitudes and self-efficacy toward inclusive education. One solution offered is inclusive education training. Training evaluation is important to determine the effectiveness of the activities carried out. Therefore, this study aims to examines teachers' attitudes and self-efficacy before or after participating in inclusive education training. The research method used is descriptive qualitative. The research participants were elementary school teachers in Bontang City who participated in training at the Faculty of Psychology, Gadjah Mada University (UGM) for five days. Data were collected through qualitative surveys and teacher daily journaling (TDJ) during the training. The data obtained were then analyzed using thematic analysis techniques, with data credibility testing using method triangulation. The results showed that there was a change in teachers' attitudes towards inclusive education, both in terms of cognitive, affective, and behavioral dimensions. Before the training, several teachers showed limited understanding toward the concept of inclusion. However, after the training, participants had a deeper understanding of inclusion as a universal education system and showed empathy moreover enthusiasm in assisting students with disabilities. In addition, teacher’s self-efficacy also have a change in the aspects of using inclusive instruction, collaboration, and student behavior management. Teachers began to show higher self-confidence, understand the principles of differentiated learning, and are ready to collaborate with parents and experts. These research confirm that comprehensive inclusive education training can be an effective strategy in improving teacher readiness to face diversity in the classroom and build a more inclusive and equitable education ecosystem.
Kata Kunci : Sikap, Efikasi Diri, Pendidikan Inklusif, Guru