Laporkan Masalah

OTOMASI PROSES PERMESINAN ELECTRO-DISCHARGE MACHINING (EDM) MENGGUNAKAN PENGENDALI BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

Dadid Satriyo Putro, Ir. Andi Sudiarso, S.T., M.T., M.Sc.,Ph.D., IPM. ASEAN. Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Pada era industri modern saat ini, sistem kendali konvensional mulai digantikan dengan sistem kendali otomatis yang diharapkan akan menambah efisiensi dan efektifitas dari sistem tersebut. Sebuah tindakan penyelesaian akan diambil secara cepat tanpa harus menunggu terlalu lama dan dapat mengurangi biaya untuk pembiayaan SDM serta mengurangi permasalahan dari human error. Salah satu sistem kendali otomatis yang lazim digunakan secara luas di dunia industri adalah sistem kendali berbasis Programmable Logic Controllers (PLC). Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem kendali otomatis berbasis PLC pada proses permesinan Electro-Discharge Machining (EDM) portable, sehingga EDM portable yang baru saja dikembangkan dapat beroperasi secara maksimal tanpa melibatkan kendali proses lain dan dapat berfungsi secara portable. Tahap penelitian ini pertama adalah persiapan dan pembuatan benda kerja dan elektroda. Benda kerja yang digunakan adalah aluminium 1100 dan stainless steel 204, sedangkan elektroda menggunakan bahan kuningan. Tahapan kedua adalah perancangan sistem kendali untuk mesin EDM menggunakan PLC OMRON tipe ZEN 10C1DR-D-V2 dan dua buah expansion unit tipe 8E1DR. Tahap ketiga ada pengujian unjuk kerja sistem kendali untuk proses permesinan EDM. Tahap keempat adalah evaluasi dan analisis atas sistem kendali yang telah dibuat untuk proses permesinan EDM menggunakan benda kerja dan elektroda yang telah ditentukan agar dapat menghitung MRR, EW dan overcut. Tahap terakhir adalah analisa hasil pengendalian terhadap hasil proses permesinan EDM. Pada penelitian ini telah berhasil dirancang sistem kendali otomatis berbasis PLC pada proses EDM portable pada sumbu X, Y dan Z. Hasil MRR pada aluminium sebesar 3,98 x 10-5 g/s sedangkan MRR stainless steel adalah sebesar 3,93 x 10-5 g/s. Hasil EW aluminium adalah 1,14 x 10-5 g/s, yang lebih kecil dari pada EW stainless steel sebesar 5,06 x 10-5 g/s. Hasil perhitungan overcut pada aluminium sebesar 0,59 mm, sedangkan overcut pada stainless steel adalah 0,13 mm. Hasil perhitungan MRR, EW dan overcut tersebut telah terbukti dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Hal ini juga membuktikan bahwa sistem kendali berbasis PLC telah dapat digunakan dengan baik untuk permesinan secara portable.

Kata Kunci : electro-discharge machining, programmable logic controller, system kendali, otomatis, material remove rate, electrode wear, overcut

  1. S1-FTK-2013-Dadid_Satriyo_Putro-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Dadid_Satriyo_Putro-conclusion1.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Dadid_Satriyo_Putro-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2013-Dadid_Satriyo_Putro-title.pdf