Laporkan Masalah

Analyzing the Negotiation and Discussion of International Cross-Border Data Flow Governance Under G20 Forum

Fakhril Ramadhan, Dr. Dedy Permadi

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini menganalisis evolusi tata kelola aliran data lintas batas internasional (cross-border data flow/CBDF) dalam forum G20 dari satu presidensi ke presidensi lainnya. Fokus utama penelitian ini adalah pada periode dari Presidensi Jepang tahun 2019 hingga Presidensi India tahun 2023. Tesis ini menggunakan dua kerangka utama, yaitu kerangka perubahan sistemik dari Pelz-Holsti dan The Politics of International Law dari Reus-Smit. Kedua kerangka tersebut digunakan untuk mengidentifikasi bahwa perubahan sistemik dalam sistem internasional dapat dianalisis melalui penggerak utama, variabel antara, serta hasil normatif yang membentuk tata kelola CBDF di berbagai presidensi G20. Tesis ini menemukan bahwa sebagian besar presidensi G20 mengambil pendekatan yang ditandai dengan dominasi instrumen “soft-law” yang bersifat tidak mengikat dan didorong oleh kepentingan politik. Meskipun manfaat ekonomi dan sosial dari CBDF telah diakui secara luas, hasil dari pertemuan G20 masih bersifat aspiratif, tidak memiliki kekuatan mengikat, serta belum dilengkapi dengan mekanisme penegakan hukum yang memadai. Temuan ini menyoroti sifat adaptif dan iteratif dari tata kelola CBDF di bawah G20, yang terus dibentuk oleh dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, dan konteks ekonomi yang berubah-ubah. Hal ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dialog global untuk menjaga keseimbangan antara inovasi, keamanan, dan kedaulatan dalam ekonomi digital global.

This thesis analyses the evolution of international cross-border data flow (CBDF) governance across presidencies within the G20 forum. This thesis focuses on the period of the Japan presidency in 2019 to the Indian Presidency in 2023. This thesis utilizes two main frameworks, first, Pelz-Holsti's systemic change framework and, second, Reus-Smit’s The Politics of International Law. These frameworks identified that systemic change in international systems can be identified by analysing the key drivers, intervening variables, and normative outcomes that have shaped CBDF governance across different G20 presidencies. This thesis finds that G20 presidencies mostly take an approach characterized by the prevalence of non-binding and politically driven “soft-law” instruments. Despite the widely acknowledged fact of the economic and social benefits of CBDF, the outputs of the meetings seem to remain aspirational, lack of enforceability, and lack of enforcement mechanism. The findings highlight the adaptive and iterative nature of CBDF governance under the G20, shaped by shifting geopolitical, technological, and economic contexts, and underscore the importance of continued dialogue to balance innovation, security, and sovereignty in the global digital economy.

Kata Kunci : Cross-Border Data Flow, Digital Economy, G20, Governance

  1. S1-2025-472688-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472688-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472688-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472688-title.pdf