Laporkan Masalah

KECERDASAN BUATAN DAN PEMBAGIAN KERJA DALAM PERSPEKTIF MATTEO PASQUINELLI

Vigo Joshua Pangaribuan, Rangga Kala Mahaswa, S.Fil., M.Phil.; Drs. Imam Wahyudi, M.Hum.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan terhadap bagaimana kecerdasan buatan hari ini mengambil alih banyak aspek kerja manusia, tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara sosial dan filosofis. Melalui pemikiran Matteo Pasquinelli, penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana kecerdasan buatan bekerja sebagai bentuk baru dari pembagian kerja dalam kapitalisme, serta bagaimana hal itu berkontribusi pada kemunculan konfigurasi kelas sosial baru.

Metode yang digunakan adalah penyelidikan kefilsafatan dengan pendekatan “tiga tingkat” dari Bengson, Cuneo, dan Shafer-Landau. Penelitian ini dimulai dari pembacaan kritis terhadap konsep-konsep utama Pasquinelli, lalu berlanjut dengan pelibatan teori Marxisme tentang kerja, nilai lebih, dan general intellect, sebelum akhirnya merumuskan sebuah posisi teoretis tentang kecerdasan buatan dalam struktur sosial hari ini.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bukanlah entitas netral, melainkan hasil dari kerja manusia yang dikumpulkan dan disusun ulang menjadi bentuk baru dari kerja kognitif yang terfragmentasi. Kecerdasan buatan, dalam pandangan Pasquinelli, adalah ekspresi lanjut dari pembagian kerja yang tak hanya otomatis, tetapi juga mengaburkan jejak pekerja manusianya. Di sinilah muncul struktur kelas baru antara mereka yang membangun dan mengendalikan infrastruktur kecerdasan buatan, dan mereka yang pekerjaannya diserap ke dalamnya secara tak terlihat.

This research stems from a concern with how artificial intelligence today is taking over many aspects of human labor, not only technically, but also socially and philosophically. Through the thought of Matteo Pasquinelli, this research aims to examine how artificial intelligence works as a new form of division of labor in capitalism, as well as how it contributes to the emergence of new social class configurations.

The method used is a philosophical inquiry with the “three-tier” approach of Bengson, Cuneo, and Shafer-Landau. The research begins with a critical reading of Pasquinelli's key concepts, then continues with an engagement with Marxist theories of labor, surplus value, and the general intellect, before finally formulating a theoretical position on artificial intelligence in today's social structure.

The results of this study show that artificial intelligence is not a neutral entity, but rather the result of human labor being aggregated and reorganized into a new form of fragmented cognitive labor. Artificial intelligence, in Pasquinelli's view, is an advanced expression of the division of labor that is not only automated, but also blurs the traces of human labor. This is where a new class structure emerges between those who build and control the infrastructure of artificial intelligence, and those whose work is invisibly absorbed into it.

Kata Kunci : kecerdasan buatan, pembagian kerja, Matteo Pasquinelli, kapitalisme kognitif, labour theory of automation

  1. S1-2025-479713-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479713-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479713-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479713-title.pdf