Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN FRAMEWORK DAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERENCANAAN TURNAROUND MAINTENANCE BERBASIS PROJECT MANAGEMENT

Zoelverdi Yustian Putra , Ir. Hari Agung Yuniarto, M.Sc., Ph.D, IPU. ASEAN Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Peningkatan produktivitas sudah menjadi kebutuhan atau output yang absolut dari setiap perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Berbagai macam cara dilakukan oleh setiap perusahaan untuk mencapai level tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan maintenance management. Berbagai macam jenis strategi / kegiatan maintenance dilakukan untuk mempertahankan stabilitas performa dari fasilitas produksi. Salah satunya adalah dengan menerapkan Turnaround Maintenance (TAM). Strategi maintenance ini biasanya diterapkan di industri berbasis proses. Potensi resiko yang dapat terjadi dengan menerapkan TAM adalah sangat fatal, yaitu tingginya tingkat uncertainty dan risk. Faktanya memang TAM belum di dekatkan dengan tool manajemen proyek. Padahal ketika melihat uncertainty dan risk yang tinggi, kedua hal tersebut dapat ditangani dengan pendekatan ilmu manajemen proyek pada tahap perencanaannya. Dalam penelitian ini, akan diperkenalkan usulan pengembangan framework dan Standard Operating Procedure (SOP) untuk perencanaan proyek TAM. Framework yang dikembangkan pada penelitian ini adalah hasil modifikasi hasil yang telah dikembangkan oleh Lenahan (1999) dengan mengkombinasikan beberapa tool manajemen proyek dan SOP yang dikembangkan dibuat sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari framework perencanaan tersebut. Diharapkan kedepannya, usulan pengembangan framework dan SOP ini dapat dijadikan sebagai acuan oleh organisasi atau instansi lainnya dalam melakukan perencanaan proyek TAM. Hasil penelitian ini adalah sebuah usulan pengembangan framework dan SOP untuk perencanaan proyek TAM. Hasil ini kemudian diuji validitasnya dengan melakukan presentasi hasil ke perusahaan. Metode validasi yang digunakan adalah dengan mengadopsi market test pada metodologi penelitian Constructive Research Approach (CRA) dengan jangkauan level validasi yaitu weak market test. Artinya presentasi dilakukan di depan salah satu manajer atau pengambil keputusan sebagai Responden. Hasilnya adalah usulan pengembangan “project – based turnaround maintenance planning framework dan SOP” telah melewati jangkauan level validasi weak market test. Menurut Kasanen, dkk. (1993), hal ini berarti pengembangan framework dan SOP sudah applicable untuk dapat diimplementasikan dalam industri atau dengan kata lain telah tervalidasi.

Kata Kunci : Maintenance, manajemen, proyek, turnaround maintenance, uncertainty, risk, framework, SOP, weak market test.

  1. S1-FTK-2012-Zoelverdi_Yustian_Putra-bibliography.pdf  
  2. S1-FTK-2012-Zoelverdi_Yustian_Putra-tableofcontent.pdf  
  3. S1-FTK-2012-Zoelverdi_Yustian_Putra-title.pdf