Sentra Kuliner Bahari di Pantai Depok Bantul dengan Pendekatan Placemaking
Zahra Aqila Laila Fauziyyah, Nur Zahrotunnisaa Zagi, S.T., M.T.
2025 | Skripsi | ARSITEKTUR
Pantai Depok Bantul memiliki potensi pariwisata besar karena adanya budaya masyarakat lokal eksisting, yaitu berlayar dan berdagang produk kuliner bahari, tetapi belum mendapatkan pengelolaan yang maksimal. Permasalahan ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan pembuatan Masterplan Kawasan Pantai Depok dan Rencana Induk KSPN Pansela DIY.
Berangkat dari isu dan permasalahan di atas, pendekatan placemaking dirasa tepat untuk membantu menganalisis akar masalah dan memaksimalkan potensi lahan untuk meningkatkan value pariwisata Pantai Depok yang berkelanjutan. Masalah perancangan yang dihadapi, yaitu (1) Bagaimana meningkatkan identitas Pantai Depok melalui perancangan sentra kuliner bahari dengan pendekatan placemaking. (2) Bagaimana perancangan zonasi, massa, dan bentuk bangunan sentra kuliner bahari menerapkan aspek-aspek placemaking. (3) Bagaimana perencanaan infrastruktur dan utilitas sentra kuliner bahari yang tepat untuk pariwisata Pantai Depok. (4) Bagaimana perancangan zonasi, massa, dan bentuk bangunan sentra kuliner bahari merespon kondisi alam Pantai Depok.
Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut digunakan konsep perancangan berbasis pendekatan placemaking yang ditransformasikan sebagai berikut : (1) Ruang sosial untuk pelestarian budaya dalam kawasan multifungsi yang mencakup zona hijau dan buffer. (2) Kolaborasi bersama komunitas lokal dengan zonasi dan sirkulasi scattered berbasis placemaking. (3) Material lokal dan modern dengan bangunan terbuka yang ramah pedestrian serta aerodinamis.
Depok Beach in Bantul has great tourism potential due to the existing local community culture, that is sailing and trading marine culinary products, but has not received maximum management. This problem has received attention from the government with the development of the Depok Beach Masterplan and the DIY Pansela KSPN Masterplan.
Departing from the above issues and problems, the placemaking approach is deemed appropriate to help analyze the root of the problem and maximize the potential of the land to increase the sustainable tourism value of Depok Beach. The design problems faced, namely (1) How to increase the value of Depok Beach through the design of a marine culinary center with a placemaking approach. (2) How to design the zoning, mass, and building form of the marine culinary center applying the aspects of placemaking. (3) How to plan the infrastructure and utilities of the marine culinary center that are appropriate for Depok Beach tourism. (4) How the design of zoning, mass, and building form of the marine culinary center responds to the natural conditions of Depok Beach.
In solving these problems, a design concept based on the placemaking approach is used, which is transformed as follows: (1) Social space for cultural preservation in a multifunctional area that includes green zones and buffers. (2) Collaboration with local communities with placemaking-based zoning and scattered circulation. (3) Local and modern materials with open buildings that are pedestrian-friendly and aerodynamic.
Kata Kunci : Pantai Depok, Placemaking, Sentra Kuliner Bahari, Pariwisata berkelanjutan