Mantle Hood dan Produksi Pengetahuan Etnomusikologi Amerika dalam Gamelan Bali
Nabila Anjani Putri, Dr. Mutiah Amini, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU SEJARAH
Studi ini membahas mengenai produksi pengetahuan etnomusikologi Amerika dalam penelitian gamelan Bali yang dilakukan oleh Mantle Hood, pada 1957-1964. Mantle Hood merupakan seorang etnomusikolog Amerika, juga sebagai pelopor teori “bi-musicality” dalam ilmu etnomusikologi, yang melakukan penelitian terhadap gamelan Bali, pada tahun 1957 hingga 1964. Terdapat tiga fokus utama dalam studi ini, ketiganya adalah proses dalam penelitian Mantle Hood di Indonesia, khususnya terhadap gamelan Bali pada 1957-1964, Bali sebagai subjek baru dalam penelitian etnomusikologi Mantle Hood, dan proses produksi pengetahuan yang terjadi dalam penelitian etnomusikologi tersebut. Studi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber yang digunakan adalah arsip foto dan surat korespondensi, buku-buku, juga artikel, serta wawancara. Berdasarkan studi yang dilakukan, didapatkan bahwa penelitian etnomusikologi yang dilakukan oleh Mantle Hood terhadap gamelan Bali, telah menghasilkan beberapa perubahan dalam seni gamelan Bali dan kajian etnomusikologi, yakni dengan pentingnya peran native dalam proses pembelajaran, munculnya berbagai sekaa gamelan di mancanegara, juga warna dan genre baru dalam gamelan Bali, serta terbentuknya Pesta Kesenian Bali.
This study discusses the production of American ethnomusicological knowledge in Balinese gamelan research conducted by Mantle Hood from 1957 to 1964. Mantle Hood was an American ethnomusicologist who pioneered the theory of "bi-musicality" in ethnomusicology. From 1957 to 1964, he conducted research on Balinese gamelan. This study has three main focuses: the process of Hood's research in Indonesia, particularly his study of Balinese gamelan from 1957 to 1964; Bali as a new subject in Hood's ethnomusicology research; and the knowledge production process that occurred in his research. The historical research method is used in this study. The sources used are photo archives and correspondence. They also include letters, books, articles, and interviews. The study reveals that Hood's research produced several changes in Balinese gamelan art and ethnomusicology studies. These changes include the recognition of the importance of natives in the learning process, the formation of various gamelan groups in foreign countries, new colors and genres in Balinese gamelan, and the establishment of the Bali Arts Festival.
Kata Kunci : Mantle Hood, Produksi Pengetahuan, Etnomusikologi, Gamelan Bali, Amerika