Eksplorasi Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anak dengan HIV: Studi Kualitatif
Dewi Widyaningsih, Martina Sinta Kristanti, S.Kep.,Ns.,M.N., Ph.D.; Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp.,M.Kes
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar belakang: Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 mencatat terdapat 52.111 penderita HIV di Indonesia dengan 7,7 % diantaranya kasus anak dengan HIV. Angka kejadian anak dengan HIV atau ADHA di DI Yogyakarta pada tahun 2021 berdasarkan laporan data Dinas Kesehatan Yogyakarta sejumlah 277 anak. Keluarga sebagai pengasuh utama menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan dalam pemberian ARV dan tekanan akibat stigma sosial, yang dapat memengaruhi kontinuitas pengobatan, Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami secara mendalam pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan HIV sebagai dasar untuk memberikan intervensi yang lebih holistik dan empatik.
Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan HIV yang fokus pada perawatan HIV, pemberian ARV, dan Stigma mengenai HIV.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif yang dilakukan dengan wawancara mendalam pada 9 partisipan pengasuh utama dan 4 partisipan triangulasi. Pengambilan data dilakukan di poliklinik anak RSUP Dr Sardjito pada bulan Januari hingga Maret 2025. Analisis data pada penelitian adalah dengan naratif tematik. Hasil: Terdapat empat tema dengan 12 kategori dalam penelitian ini, yaitu: perjalanan panjang menuju penerimaan HIV 3 kategori, tantangan pemberian obat HIV pada anak 3 kategori, kerikil dalam perjalanan 3 kategori dan jabat erat teman untuk HIV 3 kategori. Perjalanan panjang menuju penerimaan HIV merupakan proses penerimaan status HIV dari awal diagnosis hingga menerima status HIV. Tantangan pemberian obat HIV pada anak berkaitan dengan problem dan kiat pemebrian ARV pada anak. Kerikil dalam perjalanan berkaitan derngan stigma yang terjadi baik dari keluarga, masyarakat secara umum. Jabat erat teman untuk HIV adalah tentang dukungan yang didapatkan dan diharapkan oleh keluarga dengan anak HIV.
Kesimpulan: Dalam perawatan anak dengan HIV memerlukan pendekatan interdisipliner dan kolaboratif baik dari tenaga kesehatan, keluarga,masyarakat , LSM, serta intervensi berbasi keluarga yang holistik perlu di kembangkan.
Background: In 2023, the Indonesian Ministry of Health recorded 52,111 people living with HIV in Indonesia, 7.7% of whom were children. According to the Yogyakarta Health Office Data Report, the number of children with HIV or AIDS in the special region of Yogyakarta in 2021 was 277. As primary caregivers, families face various challenges, including difficulties in administering antiretroviral drugs (ARVs) and social stigma, which can affect treatment continuity. Therefore, it is crucial for healthcare workers to deeply understand the experiences of families caring for children with HIV to provide holistic and empathetic interventions.
Objective: To explore the experiences of families caring for children with HIV, with a focus on HIV care, ARV administration, and HIV-related stigma.
Method: This exploratory qualitative study was conducted through in-depth interviews with nine primary caregivers and four triangulation participants. Data were collected at the pediatric outpatient clinic of Dr. Sardjito General Hospital from January to March 2025. Data analysis was performed using thematic narrative analysis.
Results: Four themes with 12 categories emerged from the data: the long journey toward HIV cceptance (three categories), challenges in administering HIV medication to children (three categories), obstacles along the journey (three categories), and support from friends regarding HIV (three categories). The long journey toward HIV acceptance refers to the process of accepting one's HIV-positive status from the time of initial diagnosis. The challenges in administering HIV medication to children relate to the problems encountered and the tips for administering antiretroviral drugs (ARVs) to children. Obstacles along the journey relate to stigma from family and society. A strong bond with friends regarding HIV refers to the support that families with HIV-positive children receive and expect.
Conclusion: Caring for children with HIV requires an interdisciplinary, collaborative approach that involves healthcare workers, families, communities, non-governmental organizations (NGOs), and the development of holistic family-based interventions.
Kata Kunci : Keluarga, Anak dengan HIV, Pemberian ARV, Stigma, : Family, children with HIV, ARV administration