Laporkan Masalah

EVALUASI AKURASI PENGUKURAN DIAMETER BREAST HEIGHT (DBH) MENGGUNAKAN LOW-COST LIDAR IPHONE DAN PHIBAND

Muhammad Fauzan Daffa Attala, Probo Santoso, S.Hut., M.Sc.

2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Diameter setinggi dada (diameter breast height/DBH) merupakan parameter krusial dalam inventarisasi tegakan hutan yang secara umum diukur menggunakan alat konvensional seperti phiband. Seiring perkembangan teknologi, perangkat Low-cost LiDAR berbasis smartphone menawarkan alternatif yang lebih efisien, meskipun validitas hasil pengukuran perlu dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi pengukuran DBH menggunakan Low-cost LiDAR iPhone dibandingkan dengan phiband pada pohon jati (Tectona grandis Linn. f.) di KHDTK Wanagama, Gunungkidul. Sebanyak 120 pohon dibagi ke dalam tiga kelas diameter dan diukur menggunakan aplikasi ForestScanner pada iPhone 15 Pro, serta phiband sebagai pembanding. Pengukuran dengan LiDAR dilakukan dari empat titik awal berbeda sesuai arah mata angin. Analisis data dilakukan dengan uji One-way ANOVA dan paired t-test menggunakan perangkat lunak Jamovi. Hasil menunjukkan bahwa titik awal pemindaian tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap estimasi DBH (p > 0,05). Namun, terdapat perbedaan signifikan antara pengukuran dengan LiDAR dan phiband pada seluruh kelas diameter (p < 0>Low-cost LiDAR iPhone meningkatkan efisiensi pengukuran, akurasinya belum sepenuhnya sebanding dengan metode konvensional, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan pengukuran.

Diameter at breast height (DBH) is a critical parameter in forest stand inventory, commonly measured using conventional tools such as the phiband. With the advancement of technology, low-cost LiDAR sensors embedded in smartphones offer a more efficient alternative, although their measurement accuracy requires empirical validation. This study aims to evaluate the accuracy of DBH measurements using a low-cost LiDAR iPhone compared to the phiband on teak trees (Tectona grandis Linn. f.) in the Wanagama Educational Forest, Gunungkidul. A total of 120 trees were classified into three diameter classes and measured using the ForestScanner application on an iPhone 15 Pro, with the phiband serving as a reference. LiDAR measurements were conducted from four different starting directions based on cardinal points. Data were analyzed using One-way ANOVA and paired t-tests with the Jamovi software. Results indicated that the starting direction of the scan had no significant effect on the DBH estimation (p > 0.05). However, a significant difference was found between measurements using LiDAR and phiband across all diameter classes (p < 0>

Kata Kunci : diameter breast height, Low-Cost LiDAR, phiband, akurasi pengukuran, inventarisasi tegakan

  1. D4-2025-479795-abstract.pdf  
  2. D4-2025-479795-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-479795-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-479795-title.pdf