FRAMING PEMBERITAAN PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN OLEH KOMPAS TV
Maheswari Dian Argani, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. ; Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.
2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Perubahan iklim menjadi tantangan strategis yang mengancam ketahanan pangan global, termasuk di Indonesia sebagai negara agraris. Krisis iklim menimbulkan disrupsi terhadap produktivitas pertanian melalui pola cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, dan meningkatnya risiko gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kompas TV membingkai isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap ketahanan pangan melalui pemberitaan di kanal YouTube. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data dikumpulkan melalui observasi lima video berita, dokumentasi, serta wawancara dengan jurnalis, petani, dan pejabat dinas terkait. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro untuk mengidentifikasi pola narasi dan kecenderungan framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV secara konsisten menyoroti perubahan iklim sebagai krisis yang mengancam ketersediaan pangan dan menekankan peran negara sebagai aktor utama dalam meresponsnya. Framing yang digunakan dominan bersifat teknokratis dan kebijakan publik, namun masih minim ruang untuk narasi dari aktor akar rumput. Temuan ini menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap isu lingkungan, serta dalam membangun kesadaran kolektif dan dukungan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi yang berkelanjutan.
Climate change poses a strategic threat to global food
security, particularly in agrarian countries like Indonesia. The climate crisis
disrupts agricultural productivity through extreme weather patterns, shifting
planting seasons, and increased risks of crop failure. This study aims to
analyze how Kompas TV frames climate change and its impact on food security
through its news coverage on YouTube. The research employs a qualitative
approach using Robert N. Entman’s framing analysis model, which includes four
elements: define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment
recommendation. Data were collected through observation of five news videos,
documentation, and in-depth interviews with journalists, farmers, and
government officials. The analysis utilized NVivo 12 Pro software to identify
narrative patterns and framing tendencies. The findings reveal that Kompas TV
consistently frames climate change as a crisis that threatens food
availability, emphasizing the role of the state as the primary actor in
addressing the issue. The framing is predominantly technocratic and
policy-oriented, with limited inclusion of grassroots narratives. These results
highlight the strategic role of media in shaping public perception of
environmental issues, and in fostering collective awareness and support for
sustainable adaptation and mitigation efforts.
Kata Kunci : Framing Media, Perubahan Iklim, Ketahanan Pangan, Kompas TV, Analisis Entman