Optimasi Kadar Xanthan Gum dan HPMC dalam Formula Basis Serum serta Evaluasi Stabilitas Fisik dan Aktivitas Antioksidan Serum Pentagamavunon-5
Naeli Syarifah, Prof. Dr. Ritmaleni, S.Si.; Prof. Dr. apt. Abdul Karim Zulkarnain, M.Si., S.E.
2025 | Skripsi | FARMASI
Paparan
sinar UV dan polusi lingkungan dapat memicu pembentukan radikal bebas yang
mempercepat penuaan kulit. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan produk
perawatan kulit yang mengandung antioksidan. Pentagamavunon-5 (PGV-5) diketahui
memiliki aktivitas antioksidan tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai
bahan aktif dalam produk perawatan kulit. Serum dipilih sebagai bentuk sediaan karena
teksturnya ringan, mudah meresap ke kulit, dan efektif menghantarkan zat aktif.
Untuk menghasilkan serum dengan karakteristik tersebut, dilakukan pengembangan
formula basis serum yang mengandung PGV-5 menggunakan kombinasi xanthan gum
dan HPMC sebagai bahan pengental.
Optimasi
kadar xanthan gum dan HPMC dilakukan dengan metode Simplex Lattice
Design (SLD) berdasarkan tiga parameter respon, yaitu pH, viskositas, dan
daya sebar. Setelah diperoleh formula basis optimum, PGV-5 ditambahkan untuk
membentuk sediaan akhir. Selanjutnya, dilakukan evaluasi stabilitas fisik serum
PGV-5 melalui metode cycling test. Parameter yang diamati meliputi
organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Selain
itu, dilakukan pula uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH secara
spektrofotometri UV-Vis.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa formula basis optimum mengandung 0,1% xanthan
gum dan 0,65% HPMC, dengan pH 6,45; viskositas 1185,71 cP; dan daya sebar
5,94 cm. Serum yang dihasilkan berwarna kuning pekat, bertekstur lembut,
sedikit kental, dan homogen. Uji stabilitas menunjukkan bahwa pH mengalami
fluktuasi ringan dan viskositas menurun, tetapi daya sebar dan daya lekat tetap
stabil secara statistik. Serum PGV-5 menunjukkan aktivitas antioksidan yang
sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 3,22 ppm (7,82 µM). Dengan
demikian, hasil uji sifat fisik dan aktivitas antioksidan membuktikan bahwa serum
PGV-5berpotensi efektif sebagai produk perawatan kulit.
Exposure to UV radiation and environmental pollution can
trigger the formation of free radicals that accelerate skin aging. To address
this issue, skincare products containing antioxidants are required.
Pentagamavunon-5 (PGV-5) is known to have high antioxidant activity, making it
a promising active ingredient in skincare formulations. Serum was selected as
the dosage form due to its light texture, ease of absorption into the skin, and
effectiveness in delivering active compounds. To achieve a serum with these
characteristics, a base serum formulation containing PGV-5 was developed using
a combination of xanthan gum and HPMC as thickening agents.
Optimization of xanthan gum and HPMC concentrations was
carried out using the Simplex Lattice Design (SLD) method, based on three
response parameters: pH, viscosity, and spreadability. Once the optimum base
formula was obtained, PGV-5 was incorporated to produce the final preparation.
Subsequently, the physical stability of the PGV-5 serum was evaluated using the
cycling test method. Observed parameters included organoleptic properties,
homogeneity, pH, viscosity, spreadability, and adhesiveness. In addition,
antioxidant activity was tested using the DPPH method via UV-Vis spectrophotometry.
The results showed that the optimum base formulation
contained 0,1% xanthan gum and 0,65% HPMC, with a pH of 6,45, viscosity of 1185,71
cP, and spreadability of 5,94 cm. The resulting serum had a deep yellow color,
a soft texture, slightly viscous, and homogen. Stability testing revealed
slight fluctuations in pH and a decrease in viscosity, while spreadability and
adhesiveness remained statistically stable. The PGV-5 serum exhibited very
strong antioxidant activity, with an IC50 value of 3,22 ppm (7,82
µM). Thus, the results of this study demonstrate that the PGV-5 serum has strong
potential as an effective skincare product.
Kata Kunci : optimasi basis, serum, pentagamavunon-5, xanthan gum, HPMC