Pengembangan Cardamom Milk Tea Dengan Konsep Ready To Drink Menggunakan Quality Function Deployment
Rakha Arya Cahya, Dr. Agr. Sc Sri Wijanarti, S.T.P., M.Sc
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Kapulaga (Elettaria cardamomum) merupakan tanaman dari famili jahe-jahean (Zingiberaceae) yang dikenal dengan cita rasa pedasnya yang khas sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan makanan dan minuman. Tanaman ini banyak digunakan di negara-negara Asia Selatan seperti India, Bangladesh, Nepal, dan Pakistan. Di Indonesia, kapulaga umumnya digunakan sebagai bahan penyedap, tetapi sebagian besar diekspor. Hal ini memberikan peluang untuk mengembangkan produk inovatif berbahan dasar kapulaga. Salah satu produk tersebut adalah milk tea yang dipilih dalam penelitian ini karena potensi pasarnya yang terus meningkat dan kemampuannya untuk dipadukan dengan berbagai rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk Cardamom Milk Tea (CMT) menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara acak yang menargetkan individu berusia 18–32 tahun, karena kelompok demografi ini merupakan kelompok usia paling produktif dan segmen konsumen minuman terbesar. Prototipe produk kemudian dibuat dan dievaluasi melalui uji sensori oleh 30 responden untuk menilai penerimaan produk. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menganggap rasa kapulaga terlalu kuat dan teksturnya terlalu encer, sehingga penerimaan produk secara keseluruhan rendah. Temuan ini menyoroti perlunya penyesuaian formulasi lebih lanjut untuk meningkatkan keseimbangan rasa dan konsistensi tekstur dalam pengembangan CMT.
Cardamom (Elettaria cardamomum) is a plant from the ginger family (Zingiberaceae) known for its distinctive spicy flavor, making it suitable for development into various processed food and beverage products. It is widely used in South Asian countries such as India, Bangladesh, Nepal, and Pakistan. In Indonesia, cardamom is commonly used as a flavoring agent, but a significant portion is exported. This presents an opportunity to develop innovative cardamom-based products. One such product is milk tea, which was selected in this study due to its increasing market potential and ability to blend with various flavors. This study aimed to develop a Cardamom Milk Tea (CMT) product using the Quality Function Deployment (QFD) method. Data were collected through randomly distributed questionnaires targeting individuals aged 18–32 years, as this demographic represents the most productive age group and the largest consumer segment for beverages. A prototype of the product was then created and evaluated through sensory testing by 30 respondents to assess product acceptance. The results indicated that most panelists found the cardamom flavor too strong and the texture too runny, leading to low overall acceptance of the product. These findings highlight the need for further formulation adjustments to improve flavor balance and texture consistency in CMT development.
Kata Kunci : Kapulaga, Milk Tea, Quality Function Deployment