Laporkan Masalah

GAYA KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) MENYIKAPI KETERLIBATAN KADER PADA POLITIK PRAKTIS (Studi Kasus: Bagas Kurniawan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Menjelang Pemilihan Presiden Republik Indonesia November 2023 – Februari 2024)

Feri Juliardy, Dr. Rajiyem, S.I.P., M.Si

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Bagas Kurniawan, dalam menyikapi keterlibatan kader pada politik praktis menjelang Pemilihan Presiden 2024. Latar belakang penelitian adalah dilema yang dihadapi HMI antara prinsip independensi organisasional dengan meningkatnya aspirasi politik para kadernya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gaya komunikasi pemimpin, menjelaskan faktor-faktor yang melandasinya, serta menganalisis dampaknya bagi dinamika internal HMI. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan kerangka teori Gaya Komunikasi, Komunikasi Kepemimpinan, dan Komunikasi Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan gaya komunikasi kepemimpinan Bagas Kurniawan bersifat paradoksal: sangat formal dan terstruktur untuk menegakkan supremasi konstitusi, namun disampaikan dengan cara yang ‘lembut’ dan santun yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. Ketegasannya dikomunikasikan melalui tindakan nyata seperti penerapan sanksi, bukan melalui ucapan. Pilihan gaya ini merupakan strategi rasional untuk menjaga stabilitas, namun berdampak dualistik: berhasil menjaga keteraturan prosedural, tetapi juga menciptakan tantangan berupa potensi distorsi pesan dan persepsi jarak relasional. Kontribusi utama penelitian ini adalah merumuskan sebuah model ‘kepemimpinan institusional paradoksal’ (kaku-tegas-lembut), yang menunjukkan bagaimana pemimpin organisasi ideologis secara strategis menggunakan komunikasi untuk menegakkan supremasi konstitusi sekaligus menjaga harmoni relasional di tengah tekanan politik.

This study analyzes the communication style of the Chairman of the Executive Board of the Islamic Student Association (PB HMI), Bagas Kurniawan, in responding to the involvement of cadres in practical politics ahead of the 2024 Presidential Election. The background of this study is the dilemma faced by HMI between the principle of organizational independence and the increasing political aspirations of its cadres. Using a qualitative approach with a case study method, this research aims to identify the leader's communication style, explain the factors underlying it, and analyze its impact on HMI's internal dynamics. The analysis was conducted by integrating the theoretical frameworks of Communication Style, Leadership Communication, and Organizational Communication. The results of the study show that Bagas Kurniawan's leadership communication style is paradoxical: it is very formal and structured to uphold constitutional supremacy, but it is conveyed in a ‘soft’ and polite manner influenced by cultural background. His firmness is communicated through concrete actions such as the imposition of sanctions, rather than through words. This choice of style is a rational strategy to maintain stability, but it has a dualistic impact: it successfully maintains procedural order, but also creates challenges in the form of potential message distortion and relational distance perception. The main contribution of this research is the formulation of a model of ‘paradoxical institutional leadership’ (rigid-firm-gentle), which shows how ideological organizational leaders strategically use communication to uphold constitutional supremacy while maintaining relational harmony amid political pressure.

Kata Kunci : HMI, Gaya Komunikasi, Kepemimpinan, Politik Praktis, Independensi

  1. S2-2025-525885-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525885-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525885-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525885-title.pdf