From Precarity to Solidarity: The Role of Online Ojek Associations in Surabaya in Fostering Collective Awareness and Advocating for Drivers’ Rights
Salma Nur Rahmasari, Dr. Muchtar Habibi
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Studi ini menganalisis peran asosiasi pengemudi layanan transportasi online di Surabaya dalam membentuk kesadaran kolektif dan mempromosikan advokasi kebijakan yang mendukung kesejahteraan pekerja. Studi ini menekankan pentingnya ruang kolektif—baik fisik maupun digital—sebagai arena interaksi yang bebas dari pengawasan manajemen, yang memfasilitasi jaringan emosional dan agen kolektif untuk melawan struktur penindasan. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini berfokus pada Surabaya karena tingginya intensitas aksi kolektif di kalangan pengemudi layanan ride-hailing online antara tahun 2022 dan 2024. Temuan menunjukkan bahwa asosiasi-asosiasi ini memainkan peran kritis dalam mengorganisir aksi kolektif, mengembangkan strategi advokasi yang adaptif, dan memperkuat solidaritas di antara anggota, meskipun kondisi kerja yang tidak setara. Latar belakang yang beragam dari anggota berkontribusi pada dinamika kompleks gerakan ini sambil memperdalam pemahaman tentang pembentukan kesadaran kolektif dalam ekonomi gig Indonesia—dimensi yang masih kurang dieksplorasi dalam literatur saat ini.
This study analyzes the role of online ride-hailing driver associations in Surabaya in shaping collective awareness and promoting policy advocacy that supports workers' welfare. It emphasizes the significance of collective spaces—both physical and digital—as arenas for interaction free from managerial oversight, fostering emotional networks and collective agency to resist oppressive structures. Employing a qualitative case study design, the research focuses on Surabaya due to the high intensity of collective actions among online ride-hailing drivers between 2022 and 2024. The findings reveal that these associations play a critical role in organizing collective action, developing adaptive advocacy strategies, and reinforcing solidarity among members, despite unequal working conditions. The diverse backgrounds of members contribute to the movement’s complex dynamics while deepening the understanding of collective consciousness formation within Indonesia’s gig economy—a dimension still underexplored in current literature.
Kata Kunci : Online Ride-Hailing Driver, Collective Space, Collective Consciousness, Advocacy