Pengembangan Kapasitas Mahasiswa Melalui Program Kampus Mengajar (Studi Pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
Lola Aprilia Nindhia Winona, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Mahasiswa seringkali dihadapkan dengan tuntutan untuk memiliki pengalaman berbasis praktik di luar kegiatan pembelajaran di kampus. Hadirnya Kampus Mengajar, salah satu program unggulan di bawah inisiatif kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), menjadi angin segar bagi mahasiswa karena menawarkan ruang untuk menghubungkan pembelajaran akademis dengan pengalaman berbasis lapangan dengan menugaskan mahasiswa sebagai mitra tenaga didik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses atau tahapan pengembangan kapasitas, dampaknya terhadap kapasitas peserta, serta tantangan struktural yang muncul selama pelaksanaan program Kampus Mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan dua konsep utama Kerangka Pengembangan Kapasitas dari UNDP dan Model Pembelajaran berbasis Pengalaman sebagai landasan dalam analisis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan delapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang mengikuti Kampus Mengajar Angkatan 7 dan 8. Selain itu, peneliti juga mewawancarai aktor lain yang terlibat yakni Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Guru Pamong, dan Koordinator PT sebagai bagian dari informan pendukung. Adapun data sekunder diperoleh dari hasil studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tahap pengembangan kapasitas yang signifikan pada tahap implementasi adaptif. Peningkatan kapasitas ditemukan secara konsisten di lima aspek: kepercayaan diri dan kemampuan bertindak, keterampilan pedagogis, komunikasi, pemecahan masalah, dan kesadaran sosial. Akan tetapi, output peningkatan kapasitas ini cukup bervariasi di beberapa peserta, hal ini didasari perbedaan konteks sekolah, dinamika tim, dan kesiapan pribadi. Di samping itu, beberapa kendala terkait ketidakpastian administratif ditengarai menjadi menghambat proses pembelajaran reflektif mahasiswa.
Kata kunci: Pengembangan Kapasitas, Kampus Mengajar, MBKM, mahasiswa, pembelajaran berbasis pengalaman.
College students often face the challenge of acquiring practical experience beyond campus learning activities. The presence of Kampus Mengajar, one of the flagship programs under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy initiative, is a breath of fresh air for students because it offers a platform to link academic knowledge with field-based experience by assigning students as teaching assistants in schools. This study aims to analyze the process or stages of capacity building, its impact on participants’ capacity, and the structural challenges that arise during implementation. To achieve this objective, the researcher uses two main concepts: the Capacity Building Framework from the UNDP and the experiential learning model as the framework for analysis. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Primary data was obtained from in-depth interviews with eight Gadjah Mada University students who participated in the 7th and 8th batches of the Kampus Mengajar program. In addition, the researcher interviewed other key stakeholders, including field supervisor (DPL), mentor teacher, and university coordinator, as supporting informants. Secondary data was obtained from literature review and documentation. The results of this study show that participants experience significant capacity building during the adaptive implementation phase. Capacity improvements were consistently found in five aspects: self-confidence and agency, pedagogical skills, communication, problem-solving, and social awareness. However, the outcomes of this capacity building varied among participants, primarily due to differences in school contexts, team dynamics, and individual readiness. Additionally, some challenges related to administrative uncertainties were identified as hindering participant’s reflective learning processes.
Kata Kunci : Pengembangan Kapasitas, Kampus Mengajar, MBKM, mahasiswa, pembelajaran berbasis pengalaman