Pengaruh Outward Foreign Direct Investment Cina, Ukuran Ekonomi ASEAN, dan Belt and Road Initiativesterhadap Perdagangan Bilateral Cina-ASEAN
Haniyah Nur Hasanah, Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Perdagangan internasional sangat
penting bagi perekonomian global. Inisiatif Belt and Road (BRI) Cina
secara signifikan membentuk koneksi dan aliran investasi yang secara khusus
mempengaruhi ASEAN. Namun, integrasi ekonomi yang mendalam ini menimbulkan
kekhawatiran ASEAN mengenai ketergantungan dan keseimbangan strategis. Studi
ini mengevaluasi dampak Outward Foreign Direct Investment (OFDI) Cina
dan BRI terhadap perdagangan bilateral Cina-ASEAN dari tahun 2007-2023,
menggunakan model gravitasi fixed effect.
Temuan mengkonfirmasi prinsip inti gravitasi: GDP per kapita dan populasi secara positif dan signifikan mendorong perdagangan, sementara jarak memiliki dampak negatif dan signifikan. Yang terpenting, OFDI Cina dan interaksinya dengan BRI tidak secara signifikan berkorelasi dengan volume perdagangan bilateral dalam model yang robust. Nilai tukar riil juga tidak menunjukkan dampak signifikan. Ini menunjukkan bahwa meskipun faktor-faktor tradisional tetap menjadi kunci, efek langsung dan interaktif dari OFDI dan BRI pada perdagangan agregat lebih bernuansa atau mungkin beroperasi melalui saluran yang kompleks dan tidak langsung. Implikasi kebijakan bagi ASEAN meliputi diversifikasi kemitraan ekonomi dan evaluasi proyek BRI secara hati-hati di luar ekspektasi perdagangan langsung.
International
trade is vital for global economic development, with China's Belt and Road
Initiative (BRI) significantly shaping connectivity and capital flows,
particularly impacting ASEAN. However, this growing economic integration raises ASEAN's
concerns regarding dependence and strategic balance. This study evaluates the impact of China's Outward Foreign
Direct Investment (OFDI) and the BRI on China-ASEAN bilateral trade from
2007-2023. Using a panel gravity model, the Pseudo-Poisson Maximum Likelihood
(PPML) estimator with Period Fixed Effects ensures robust estimation.
Findings confirm core gravity principles: per capita GNP and population positively and significantly drive trade, while distance shows a significant negative correlation. Crucially, China's OFDI and its interaction with the BRI do not significantly correlate with bilateral trade volume in the robust model. The real exchange rate also shows no significant impact. This suggests that while traditional factors remain key, the direct and interactive effects of OFDI and the BRI on aggregate trade are more nuanced or operate through complex, non-immediate channels. Policy implications for ASEAN include diversifying economic partnerships and prudently evaluating BRI projects beyond immediate trade expectations.
Kata Kunci : Belt and Road Initiative, OFDI, Perdagangan Bilateral, Model Gravitasi, Data Panel.