Analisis Tingkat Penerimaan Livin Merchant By Bank Mandiri Sebagai Metode Pembayaran/Kasir Di UMKM Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Pada Nasabah Bank Mandiri Yogyakarta Adisucipto
Mochammad Hasbi As Siddiqi, Dr. Agusta Ika Prihanti Nugraheni, S.E., M.B.A., CDM
2025 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan aplikasi Livin Merchant dari Bank Mandiri sebagai metode pembayaran atau sistem kasir digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi nasabah Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Adisucipto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan menerapkan model Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah para pelaku UMKM yang menjadi nasabah Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Adisucipto dan telah menggunakan Livin Merchant sebagai salah satu metode dalam melakukan transaksi pembayaran. Pada penelitian ini teknik purposive sampling diterapkan dengan jumlah sampel 92 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta pengujian hipotesis menggunakan software SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelengkapan fitur memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap perceived usefulness (PU) dan berpengaruh positif terhadap perceived ease of use (PEOU). PU berpengaruh positif terhadap sikap menggunakan (attitude toward use) dan niat menggunakan (intention to use). Sementara itu, PEOU kemudian berpengaruh positif terhadap PU, namun tidak signifikan terhadap sikap menggunakan, bahkan tidak berpengaruh terhadap niat menggunakan Livin Merchant. Secara keseluruhan, intention to use terbukti berpengaruh kuat terhadap penggunaan aktual (actual use). Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya pengembangan antarmuka aplikasi yang sederhana dan fitur yang mudah diakses untuk meningkatkan adopsi digitaldi kalangan UMKM.
This study aims to analyze the level of acceptance of the Livin Merchant application from Bank Mandiri as a payment method or digital cashier system among Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) who are customers of Bank Mandiri Yogyakarta Adisucipto Branch. This study uses a quantitative approach with survey methods and applying the Technology Acceptance Model (TAM) as an analysis framework. This study uses a quantitative approach with survey methods. The population of the study were MSMEs who are customers of Bank Mandiri Yogyakarta Adisucipto Branch and have used Livin Merchant as one of the methods in making payment transactions. In this study, purposive sampling technique was applied with a sample of 92 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity, reliability, and hypothesis testing using SmartPLS software. The results of the analysis showed that the completeness of features has no significant effect on perceived usefulness (PU) and a positive effect on perceived ease of use (PEOU). PU has a positive effect on the attitude towards use (attitude towards use) and the intention to use (intention to use). Meanwhile, PEOU then has a positive effect on PU, but not significant to the attitude of using, even does not affect the intention to use Livin Merchant. Overall, intention to use has been shown to have a strong effect on actual use. The implications of this study confirms that the importance of developing simple application interfaces and easily accessible features to increase digital adoption among MSMEs.
Kata Kunci : Livin merchant, umkm, technology acceptance model, kelengkapan fitur, persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan.